Temuan Spesies Baru di Papua Mendapat Perhatian di AS

New York, (ANTARA News) - Kabar mengenai penemuan sejumlah spesies flora dan fauna baru di Papua, Indonesia, mendapat sambutan dari pemerhati konservasi dan sorotan media massa di Amerika Serikat.

Sejumlah media cetak dalam edisi Rabu ini memuat hasil penelitian yang didukung LIPI serta Konservasi Internasional tersebut.

Colin Poole, Direktur Program Asia Wildlife Conservation Society, sebuah organisasi yang dijalankan oleh Kebun Binatang Bronx New York, mengatakan bahwa ia sudah memperkirakan bakal ditemukan spesies baru di kawasan Pengunungan Foja, Papua tersebut.

Dia melihat areal Pegunungan Foja sebagai kawasan hutan yang sangat masif dan memang belum terjamah sebelumnya.

"Para peneliti mungkin akan menemukan lagi spesies baru yang kita sendiri juga belum mengerti," katanya seperti dikutip The New York Times.

Namun Poole mengingatkan bahwa ada tantangan baru setelah spesies baru itu ditemukan.

"Tantangannya adalah bukan lagi menemukan mereka, tetapi bagaimana kita berusaha untuk melindungi mereka," tambahnya,

Menurut dia, penemuan tersebut juga merupakan awal dari suatu tugas baru kalangan pemerhati konservasi dunia untuk membantu Pemerintah Indonesia dalam melindungi kawasan tersebut.

The New York Times juga mengutip komentar Dr Bruce Beehler dari Konservasi Internasional yang mengikuti penelitian tersebut mengenai pentingnya peran komunitas lokal dalam menjaga kekayaan alam Pegunungan Foja.

"Ini adalah masa depan mereka, kami mencoba memberdayakan mereka sebagai pengawal jangka panjang di kawasan pegunungan mereka," kata Dr Beehler.

Konsevasi Internasional yang bermarkas di Washington DC dalam situsnya juga menyebutkan bahwa pegunungan Foja di Daerah Aliran Sungai (DAS) Mamberamo tersebut adalah satu dari hutan yang sangat terisolasi di Asia.

Mereka menyebut kawasan tersebut sebagai "dunia yang hilang"

Seperti diberitakan sebelumnya, penemuan fauna dan flora baru itu merupakan hasil ekspedisi tim dari LIPI, Konservasi Internasional, Universitas Cendarawasih, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Papua.

Sejumlah spesies baru tersebut, di antaranya kanguru pohon mantel emas (dendrolagus pulcherrimus), lima jenis palem-paleman, burung hisap madu, serta penemuan kembali katak mata jaring (nyctimystes fluviatilis) dan katak xenorhina arboricola.(*)