Jamsostek jajaki kerja sama dengan Pos Indonesia

Medan (ANTARA News) - PT Jamsostek (Persero) mengakui sedang menjajaki kerja sama dengan PT Pos Indonesia untuk meningkatkan pelayanan kepada anggota peserta perusahaan itu.

"Memang ada rencana kerja sama karena manajemen berupaya semakin memaksimalkan pelayanan kepada anggota peserta termasuk mitra kerja," kata Wakil Ketua PT Jamsostek Wilayah I, Bandjar Aseli DS, di Medan, Selasa.

Kerja sama dengan PT.Pos antara lain dalam penanganan pengiriman surat, dokumen dan lainnya baik untuk kepentingan perusahaan dan anggota kepesertaan termasuk mitra usaha Jamsotek yang semakin banyak.

Kerja sama itu dilakukan dengan melihat semakin profesionalnya layanan PT Pos Indonesia dan termasuk dalam upaya meningkatkan sinerji sesama perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Dia mengatakan, layanan Jamsostek sendiri semakin meluas dimana mulai 1 Desember 2011 pelayanan ke peserta semakin bertambah dan berkualitas seperti penanggungan biaya pengobatan HIV/AIDS, cuci darah jantung, kanker dan memberi peralatan kerja, keselamatan dan kesehatan kerja ke perusahaan.

Semua layanan tambahan bagi pekerja dan perusahaan yang masuk dalam kepesertaan PT Jamsostek merupakan bukti komitmen perusahaan untuk memberikan manfaat yang lebih banyak sehingga peserta semakin terlindungi.

Layanan cuci darah, misalnya mendapat biaya pengobatan maksimal Rp600.000 per kasus kunjungan, dimana setiap pekerja bisa mendapat manfaat pelayanan itu hingga tiga kali seminggu.

Sementara untuk layanan HIV/ADS, peserta bisa mendapatkan layanan pengobatan hngga Rp10 juta per tahun dan jantung per tahunnya Rp80 juta.

Kepala PT Pos Indonesia Divsi Regional I Sumut- Aceh Supendi, mengakui, adanya penjajakan kerja sama itu.

"Secara nasional, PT.Pos memang melakukan jemput bola untuk bekerja sama. Manajemen sendiri memang memiliki keunggulan dengan hampir adanya semua kantor hingga ke kecamatan,"katanya.

Di Sumut terdapat 12 Kantor Pos Pemeriksa (setingkat Kantor Pos Cabang utama) dengan 183 Kantor Pos Cabang yang menjangkau kecamatan di 33 kabupaten/kota.

Presiden Direktur PT Pos Indonesia, I Ketut Mardjana, ketika di Medan, awal Januari menyebutkan, manajemen optimistis pendapatan akan terus naik khususunya dari sektor logistik.

Manajemen PT Pos, kata dia, dewasa ini terus melakukan kerja sama dengan berbagai perusahaan BUMN, swasta dan lainnya untuk mendorong naiknya pendapatan.

PT Pos, kata dia, memanfaatkan jaringan kantornya yang cukup banyak serta sumber daya manusia- nya yang semakin bagus.

Dengan pendapatan yang meningkat dari berbagai sektor khususnya logistik, maka tahun-tahun mendatang, PT Pos Indonesia akan meraih pendapatan dan termasuk laba yang lebih besar, katanya.

Tahun 2012 misalnya, PT Pos Indonesia menargetkan pendapatan sebesar Rp3,7 triliun dari 2011 yang masih sekitar Rp3 triliun.
(T.E016/S004)