Azarenka hancurkan harapan Sharapova di final Australia Terbuka

Melbourne (ANTARA News/AFP) - Victoria Azarenka memenangi gelar Grand Slam perdananya dan menjadi petenis peringkat satu dunia, ketika ia berhasil menghancurkan harapan Maria Zharapova di final Australia Terbuka pada Sabtu.

Unggulan ketiga asal Belarusia tersebut mengalahkan Sharapova lewat kemenangan 6-3, 6-0, dalam 82 menit untuk mengangkat trofi dan menjadi petenis putri keempat yang memenangi Grand Slam berturut-turut.

Azarenka bangkit setelah sempat tertinggal 0-2 di set pertama untuk memenangi 12 dari 13 game untuk meraih kemenangan menyeluruh atas permainan buruk Sharapova, yang tidak dapat menandingi agresifitas putri Belarusia tersebut.

Sharapova membuat 30 kesalahan tidak perlu, sementara Azarenka bermain nyaris sempurna di sepanjang pertandingan, dengan hanya melakukan 12 kesalahan sepanjang dua set.

Azarenka memenangi undian dan memilih untuk melakukan serve, namun ia memulai permainan dengan rasa gugup dan melakukan dua double faults, sehingga kehilangan game pertama.

Sharapova kemudian berhasil memimpin 2-0 dan sempat unggul 0-30 atas Azarenka pada game berikutnya, namun petenis Belarusia terlihat dapat mengatasi rasa gugupnya dan perlahan-lahan mulai mengambil kendali permainan.

Ia melangkah maju dari baseline dan mengambil semua bola lebih awal, sambil memberi tekanan pada Sharapova. Azarenka segera mendominasi semua sisi lapangan, menandingi kekuatan petenis Rusia dari baseline dan melepaskan pukulan voli dengan percaya diri.

Azarenka melakukan break pada game keempat dan pada game kedelapan, sebelum dengan percaya diri melakukan serve untuk meraih set pertama.

Dan unggulan ketiga tersebut memulai set kedua dengan rasa percaya diri yang sama, ia melakukan break pada serve pertama Sharapova, dan berhasil bangkit dari ketinggalan 15-40 untuk memenangi game dan membuka keunggulan 2-0.

Rasa frustasi Sharapova makin berkembang, dan hal tersebut tidak biasa bagi pemenang tiga gelar Grand Slam, ia mulai melihat pada pelatihnya, Thomas Hogstedt, dengan rasa frustasi.

Azarenka memegang kendali penuh, dan ia melakukan break pada Sharapova sebanyak dua kali untuk memimpin 5-0.

Petenis Belarusia tersebut melakukan serve untuk mengunci gelar juara, menyelamatkan break point, dan berlutut dengan rasa gembira ketika pukulan backhand Sharapova membentur net.
(Uu.H-RF/T009)