Kapolda: bentrok dipicu kekecewaan terhadap proses hukum

Palu (ANTARA News) - Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Brigjen Pol Dewa Parsana mengatakan berdasarkan peyelidikan sementara bentrokan di Kota Palu, Rabu, dipicu oleh sekelompok orang yang kecewa proses hukum rekannya yang dinilai tidak adil.

"Sekelompok warga dari Kelurahan Nunu merasa kecewa karena seorang dari kelurahan tersebut saat ini sedang menjalani proses hukum terkait kasus pembakaran rumah saat bentrok beberapa pekan lalu," kata Kapolda, di Kota Palu, Rabu.

Saat ini, polisi telah melimpahkan kasusnya ke kejaksaan setempat sehingga memicu amarah sebagian warga Kelurahan Nunu yang merasa kecewa.

Warga yang kecewa itu diduga membakar rumah warga yang berada di Dusun Doda, Kelurahan Nunu. Dusun Doda berada di wilayah Kelurahan Nunu, namun sebagian besar penghuni dusun itu berasal dari Kelurahan Tavanjuka.

Kedua warga kelurahan itu sebenarnya saling mengenal dan sebagian besar memiliki pertalian darah.

 "Jadi tidak ada alasan untuk terus bertikai," kata Parsana.

Polisi saat ini telah memeriksa sejumlah saksi terkait kasus tersebut untuk mengusut dan menyelesaikan permasalahan.

Parsana mengaku akan bertindak tegas kepada siapa saja yang melanggar hukum.

"Kalau terbukti bersalah akan ditindak," katanya.

Bentrok yang terjadi Rabu pagi itu menghanguskan lima rumah dan sebuah sepeda motor.

Tawuran yang menggunaan berbagai senjata tajam, ketapel, panah, tombak dan senjata api rakitan itu menewaskan satu orang, sejumlah orang dilaporkan mengalami luka tembak senapan api rakitan.

Sementara korban luka telah mendapatkan perawatan di sejumlah rumah sakit di Kota Palu.

Ratusan aparat saat ini masih menjaga perbatasan kedua kelurahan untuk menghindari bentrok susulan.

Selama 2012, bentrok yang melibatkan warga kedua kelurahan itu telah menewaskan tiga orang. Pemerintah Kota Palu dan aparat keamanan telah melakukan berbagai kegiatan untuk mewujudkan perdamaian namun bentrok masih saja terjadi.

(R026)