Pasukan Turki tangkap 14 perompak, bebaskan tujuh pelaut Yaman

Istanbul (ANTARA News) - Pasukan komando Turki menangkap 14 perompak yang diduga berasal dari Somalia di lepas pantai Oman dan membebaskan tujuh pelaut Yaman yang mereka sandera, demikian diumumkan militer, Minggu.

Sebuah helikopter dari frigat Giresun, yang beroperasi bersama pasukan NATO di kawasan tersebut, melihat kapal perompak itu Jumat sekitar 190 mil laut dari pantai Oman, kata militer dalam sebuah pernyataan di situs beritanya, lapor AFP.

Pasukan komando menyerbu kapal itu dan menyita sembilan senapan serang, sebuah peluncur roket dan barang-barang lain, kata militer dalam pernyataan itu, yang disertai dengan foto yang menunjukkan para terangka dengan senjata mereka ketika serangan itu mulai dilakukan.

Turki menjadi mitra dalam operasi internasional untuk menumpas perompak Somalia dan penyelundup senjata di kawasan Lautan India utara sejak awal 2009.

Biro Maritim Internasional mencatat 439 aksi perompakan di dunia sepanjang tahun lalu, khususnya di Somalia, Teluk Guinea dan Asia Tenggara.

Oceans Beyond Piracy, sebuah organisasi pengamat Amerika, memperkirakan, ongkos ekonomi akibat perompakan Somalia mencapai hampir tujuh milyar dolar tahun lalu, dua milyar diantaranya digunakan untuk operasi militer, peralatan dan penjaga bersenjata.

Perompak yang beroperasi di lepas pantai Somalia meningkatkan serangan pembajakan terhadap kapal-kapal di Lautan India dan Teluk Aden meski angkatan laut asing digelar di lepas pantai negara Tanduk Afrika itu sejak 2008.

Menurut Ecoterra International, organisasi yang mengawasi kegiatan maritim di kawasan itu, lebih dari 40 kapal asing dan lebih dari 500 pelaut hingga kini masih ditahan oleh perompak.

Kapal-kapal perang asing berhasil menggagalkan sejumlah pembajakan dan menangkap puluhan perompak, namun serangan masih terus berlangsung.

Perairan di lepas pantai Somalia merupakan tempat paling rawan pembajakan di dunia, dan Biro Maritim Internasional melaporkan 24 serangan di kawasan itu antara April dan Juni tahun 2008 saja.

Angka tidak resmi menunjukkan 2009 sebagai tahun paling banyak perompakan di Somalia, dengan lebih dari 200 serangan -- termasuk 68 pembajakan yang berhasil -- dan uang tebusan diyakini melampaui 50 juta dolar.

Kelompok-kelompok bajak laut Somalia, yang beroperasi di jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Asia dan Eropa, memperoleh uang tebusan jutaan dolar dari pembajakan kapal-kapal di Lautan India dan Teluk Aden.

Patroli angkatan laut multinasional di jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Eropa dengan Asia melalui Teluk Aden yang ramai tampaknya hanya membuat geng-geng perompak memperluas operasi serangan mereka semakin jauh ke Lautan India.

Dewan Keamanan PBB telah menyetujui operasi penyerbuan di wilayah perairan Somalia untuk memerangi perompakan, namun kapal-kapal perang yang berpatroli di daerah itu tidak berbuat banyak, menurut seorang menteri Puntland.

Pemerintah transisi lemah Somalia, yang saat ini menghadapi pemberontakan berdarah, tidak mampu menghentikan aksi perompak yang membajak kapal-kapal dan menuntut uang tebusan bagi pembebasan kapal-kapal itu dan awak mereka.

Perompak, yang bersenjatakan granat roket dan senapan otomatis, menggunakan kapal-kapal cepat untuk memburu sasaran mereka.

Somalia dilanda pergolakan kekuasaan dan anarkisme sejak panglima-panglima perang menggulingkan diktator militer Mohamed Siad Barre pada 1991. Selain perompakan, penculikan dan kekerasan mematikan juga melanda negara tersebut. (M014)