Peringati Harkitnas, PPCI Sumbar bagikan kaki palsu

Padang (ANTARA News) - Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Penyandang Cacat Indonesia Sumatera Barat memprogramkan pembagian kaki palsu atau `prosthesa` kepada belasan tunadaksa di daerah itu sehubungan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2012.

"Pembagian kaki palsu merupakan upaya membangkitkan semangat disabilitas, khususnya para tunadaksa dalam menjalani kehidupannya," kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Penyandang Cacat Indonesia (PPCI) Sumatera Barat (Sumbar), Jhoni Aulia di Padang, Minggu.

Dikatakannya, tangan dan kaki palsu yang diberikan dapat digunakan sebagai alat penyeimbang tubuh untuk berjalan sehingga para tunadaksa dapat melaksanakan aktivitas serta mengukir berbagai prestasi.

"Dengan alat bantu ini maka bagi yang masih muda dapat melanjutkan pendidikan dan yang sudah dewasa dapat menjalankan usaha," tuturnya.

Disebutkannya, kaki palsu memiliki arti khusus, karena dengan memakainya dapat menutupi kekurangan yang dimiliki serta mengurangi ketergantungan terhadap orang lain di sekitarnya.

Terkait kegiatan tersebut, menurutnya, pendanaannya dilakukan PPCI melalui upaya penggalangan kepada pihak-pihak yang peduli dengan menawarkan kerjasama saling menguntungkan.

Ketua Panitia Pelaksana, Arizal, di Gedung Aula PGAI Jati, mengatakan, belasan tunadaksa yang telah mendaftar pada kesempatan itu langsung dilakukan pengukuran.

"Selanjutnya data yang diperoleh tersebut dikirimkan kepada pak Sugeng, pembuat kaki palsu di Surabaya agar segera dikerjakan," ujarnya.

Sesudah proses pembuatan selesai dan alatnya dikirim ke Padang, lajutnya, panitia akan mengantarkannya langsung ke rumah penerima.

Pada awalnya, demikian Arizal, direncanakan PPCI akan mengundang Sugeng (produsen sekaligus juga seorang tunadaksa, Red), sebagai motivasi kepada tunadaksa di Sumbar.

"Namun karena keterbatasan dana, hal itu batal dilaksanakan, sehingga akhirnya dilakukan pengukuran di Padang," katanya.

Sosok Sugeng, kendati memiliki keterbatasan, namun mampu menunjukan prestasinya dengan membuat kaki palsu, guna membantu para tunadaksa lainnya. (IWY/M036)