Cinta Manis rugi Rp15,52 miliar

Palembang (ANTARA News) - PT Perkebunan Nusantara VII Unit Usaha Cinta Manis, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel), mengalami kerugian senilai Rp15,52 miliar, menyusul adanya kasus sengketa lahan di daerah itu.

"Total kerugian negara akibat sengketa lahan di Unit Usaha Cinta Manis Rp15,52 miliar," kata Kepala Tanaman Unit Usaha Cinta Manis/Perwakilan Unit Usaha Cinta Manis, Syufri Gunawan, di Palembang, Sabtu.

Menurut dia, areal tebu dibakar sampai dengan 24 Mei 2012 seluas 310,8 hektare dan tidak dapat ditebang karena akses jalan diblokir dengan nilai Rp6,05 miliar.

Kemudian, ia mengemukakan, tebu ditebang, tetapi tidak dapat diangkut ke pabrik sebanyak 2.465 ton senilai Rp1,37 miliar, dan produksi gula tidak tercapai akibat kapasitas giling tidak optimal, karena pasokan tebu terganggu 825,7 ton dengan nilai Rp7,43 miliar.

Selanjutnya, ia menyatakan, pemakaian residu akibat giling tidak kontinyu sebanyak 74,3 ton dengan nilai Rp0,66 miliar sehingga total kerugian yang dialami Rp15,52 miliar.

Ia didampingi Ketua Serikat Pekerja PT Perkebunan Nusantara VII Unit Usaha Cinta Manis, Haulani Yusuf.

Ia mengatakan, pabrik gula itu dari mulai terjadinya demo, seperti orang sakit, yang beroperasi menunggu pasokan tebu sehingga pada hari kemarin (Jumat,25/5) tebu habis, dan pihaknya izin ke direksi untuk stop giling.

Kondisi Cinta Manis saat ini terjadi penguasaan lahan diikuti dengan penutupan akses jalan produksi dan pabrik berhenti total akibat dari tidak adanya pasokan tebu.

Ia menuturkan, kebutuhan gula di Sumatera Selatan sebesar 130 ribu ton per tahun dan Cinta Manis memenuhi sekitar 40 persen gula di provinsi itu.

Dengan terganggunya produksi, menurut dia, mengakibatkan berkurangnya pasokan gula daerah Sumsel dan berdampak pada kenaikan harga gula dan pada akhirnya berdampak pada kenaikan harga seluruh bahan pokok, jelasnya.

Kebutuhan gula nasional pada 2014 sebesar 5,7 juta ton, sedangkan potensi gula nasional saat ini sebesar 2,1 juta ton.

Terkait dengan masalah kasus sengketa lahan, ia mengatakan, pada 31 Mei akan ada uji bukti mengenai lahan tersebut.

Pada saat uji bukti itu nantinya memang perlu adanya penambahan personel keamanan, tuturnya.

Sebelumnya ratusan petani Sri Bandung bersatu Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan memblokade jalan akses menuju pabrik gula Cinta Manis Milik PT Perkebunan Nusantara VII, karena menuntut lahan mereka.
(T.KR-SUS)