Pembangunan lapangan sepakbola di Sulbar ditengarai berbau korupsi

Mamuju (ANTARA News) - Pemerhati anti korupsi di Provinsi Sulawesi Barat menyatakan tujuh paket bantuan pembangunan lapangan sepakbola ditengarai telah terjadi indikasi kasus korupsi bernilai ratusan juta rupiah.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Laskar Anti Korupsi Indonesia Provinsi Sulawesi Barat, Husaini di Mamuju, Rabu, mengatakan, bantuan tujuh paket pembangunan lapangan sepakbola itu menjadi sorotan publik karena ada indikasi kasus korupsi.

"Pembangunan lapangan sepakbola ini merupakan bantuan dari Kementerian Pemuda Olahraga (Kemenpora) yang diplot melalui Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) tahun anggaran 2011," kata dia.

Menurut Husaini, alokasi anggaran setiap paket pembangunan lapangan sepakbola menghabiskan dana senilai Rp200 juta sehingga total dana yang digunakan mencapai Rp1,4 miliar.

"Sangat disesalkan karena dari tujuh paket bantuan Kemenpora untuk perbaikan sarana lapangan sepakbola ini tidak dimanfaatkan secara benar dan bahkan konon ada pejabat pada Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Budaya (Disporabudpar) Sulbar justeru memangkan anggaran senilai Rp80 juta per paket pekerjaan," katanya.

"Rekanan yang mendapatkan proyek ini tidak utuh menerima anggaran karena ada pemotongan sebagai bentuk komitmen kerjasama melakukan kegiatan korupsi,"ujarnya.

Husaini juga menyampaikan, skandal korupsi lapangan sepakbola ini juga ditengarai telah melibatkan politisi dari partai tertentu yang ikut menjolok anggaran di pusat.

"Skandal terjadinya kasus dugaan korupsi pembangunan tujuh lapangan sepakbola menjadi sorotan publik. Hasil investigasi yang telah kami lakukan selama ini ditengarai petinggi salah satu partai di Sulbar, AJG, ikut berperan aktif terjadinya dugaan korupsi pembangunan sarana olahraga ini," katanya.

Pembangunan sarana lapangan sepakbola yang didanai APBN senilai Rp1,4 miliar itu jelas menimbulkan kerugian negara karena beberapa diantara lapangan yang mesti dibangun hingga kini belum terealisasi.

"Dana pembangunan lapangan sepakbola ini telah cair 100 persen namun kondisi fisik perbaikan lapangangan sepakbola yang tersebar pada tujuh titik ada yang nol persen," katanya.

Ia mengakui, memang ada diantara salah satu lapangan yang telah rampung dikerjakan kontraktor, namun lagi-lagi kondisi fisik hasil pekerjaan juga diduga terjadi penggembungan anggaran.

Karena itu kata dia, lembaganya akan terus melakukan pendalaman atas kasus ini sebelum dilaporkan kepada aparat hukum Kejaksaan Negeri Mamuju maupun laporan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

(ANT)