Pengamat langit bersiap saksikan transit Venus

Jakarta (ANTARA News) - Sebuah peristiwa astronomi paling langka akan terjadi pada Selasa (5/6) dan Rabu (6/6), saat planet Venus melintas langsung di antara Matahari dan Bumi, transit yang tidak akan terjadi lagi sampai tahun 2117.

Selama melintas, Venus akan tampak seperti titik bulat kecil yang gelap yang bergerak melintasi muka Matahari, seperti kutu di piring makan malam.

"Transit Venus sungguh seperti membawa rumah bagi kita dalam cara yang unik, bagaimana biasanya Matahari kita. Ini hanya bintang yang lain," kata ilmuwan dan penulis Mark Anderson seperti dikutip dalam laman Kantor Berita Reuters.

"Ada sesuatu yang sangat bersahaja dari pengalaman ini. Kita hanya planet lain di orbit, diantara bintang yang lain, diantara galaksi yang lain di sudut semesta yang lain," kata Anderson.

Transit Venus Selasa (5/6), yang mengakhiri pasangan masa transit tahun 2004 dan 2012, akan bermula pukul 6:09 p.m. EDT (22:09 GMT) dan akan berlangsung selama enam jam dan 40 menit. Waktu bervariasi sekitar tujuh menit, tergantung pada lokasi pengamat.

Para pengamat langit dari tujuh benua, termasuk Antartika, akan bisa menyaksikan seluruh atau sebagian transit Venus, yang seharusnya hanya boleh dilihat menggunakan teleskop yang dilengkapi dengan alat untuk melindungi mata dari sinar matahari.

Dalam pengamatan transit kali ini, tidak semuanya tentang gambar yang indah. Beberapa eksperiman ilmiah telah direncanakan, termasuk diantaranya studi untuk mempelajari planet yang bisa ditinggali selain Bumi.(*)