Pertamina diimbau sediakan "charger" mobil listrik

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, mengimbau PT Pertamina Persero menyediakan alat pengisian baterai (charger) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) terkait rencana produksi mobil listrik.

"Saya akan minta pompa-pompa bensin di Pertamina akan ada charger untuk mobil listrik," kata Dahlan usai mengunjungi PT Nipress Tbk di Terogong, Bogor, Jawa Barat, Selasa.

Selain menyediakan alat pengisian baterai di SPBU, Dahlan juga mengharapkan, alat tersebut terdapat di pusat perbelanjaan dan kantor. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pengguna mobil listrik bila sewaktu-waktu baterai mobil listrik habis.

"Kita akan siapkan fasilitas 500 volt di mal dan di kantor. Bahkan, ada yang bisa isi setengah jam dan enam jam," tuturnya.

Dahlan juga berencana mengirimkan tim untuk melihat kesiapan PT INKA Persero memproduksi mobil listrik secara komersial.

Namun, BUMN pembuat perangkat kereta api ini baru akan memproduksi mobil listrik dua tahun mendatang. Selain itu, ia berkeinginan mengajak perusahaan swasta untuk ikut menggarap mobil listrik secara nasional.

"Saat ini yang siap untuk memproduksinya adalah Dasep dan Ravi yang akan memproduksi mobil listrik sekelas Avanza sebanyak 500.000 unit mobil," ungkapnya.

Pengembang bisnis mobil listrik tersebut bernama Dasep Ahmadi, Danet Suryatama, Mario Rifaldi, dan Ravi Desai.

Dahlan menjelaskan, mobil listrik ini akan menggunakan baterai jenis lithium ferro phosphat karena jarak tempuhnya bisa mencapai 150 hingga 160 kilometer untuk sekali pengisian penuh.
(T.KR-SSB)