Indonesia-Vietnam jajaki kerja sama paket wisata

Hanoi (ANTARA News) - Indonesia dan Vietnam menjajaki kerja sama membuat paket pariwisata untuk mengembangkan pariwisata kedua negara.

"Sebanyak 80 biro perjalanan Vietnam melakukan temu bisnis dengan empat biro perjalanan Indonesia untuk menjajaki kerja sama membuat paket-paket pariwisata," kata Dubes Indonesia untuk Vietnam, Mayerfas, disela pameran perdagangan, pariwisata, dan investasi, di Hanoi, Selasa.

Ia menjelaskan setiap tahun sekitar tujuh juta orang turis dari mancanegara datang ke Vietnam. Begitu juga dengan Indonesia, yang menargetkan tahun ini dikunjungi sekitar delapan juta turis asing.

"Selama ini banyak orang Vietnam tidak mengetahui daerah pariwisata di Indonesia, selain Bali," katanya. Oleh karena itu, melalui pameran perdagangan, pariwisata, dan investasi, Mayerfas berharap banyak biro perjalanan Vietnam juga menjual paket-paket wisata ke Indonesia.

"Jadi turis asing yang datang ke Hanoi atau Ho Chi Minh, juga ditawarkan datang ke lokasi-lokasi wisata di Indonesia," ujar Mayerfas.

Selain turis asing, ia juga menilai potensi orang Vietnam berwisata ke Indonesia juga cukup tinggi, mengingat pendapatan per kapita masyarakat negeri itu juga terus meningkat.

Saat ini pendapatan per kapita masyarakat Vietnam mencapai sekitar 1.300 dolar AS, dengan pertumbuhan ekonomi sekitar 5,89 persen.

"Mudah-mudahan melalui pameran TTI (trade, tourism, and investment) ini akan ada paket pariwisata untuk kedua negara. Biarkan para pebisnis yang maju untuk urusan tersebut," kata Mayerfas.

Sementara untuk bidang perdagangan, Mayerfas optimis peningkatan target volume kedua negara sebesar 10 miliar dolar AS pada 2015 akan tercapai.

"Kami optimistis itu akan tercapai, karena pada tahun lalu saja sudah mencapai 4,6 miliar dolar AS. Kini tinggal bagaimana memperbanyak interaksi para pelaku bisnis kedua negara, salah satunya melalui pameran ini," katanya.

Mayerfas mengatakan Vietnam merupakan potensi pasar yang cukup besar untuk sejumlah produk dari Indonesia seperti obat-obatan dan bahan bangunan/konstruksi.

(R016)