PSSI Djohar belum tunjuk anggota komite gabungan

Jakarta (ANTARA News) - PSSI kepengurusan Djohar Arifin Husin belum menunjuk perwakilan yang akan dimasukkan dalam Komite Gabungan (Joint Committee) yang merupakan perintah dari tim Task Force AFC untuk menyelesaikan kisruh persepakbolaan di Indonesia.

"Kami belum menunjuk empat orang yang dimintakan oleh AFC untuk tim `Joint Committee` itu. Kami sudah mengusulkannya ke Komite Eksekutif (Exco) dan Exco-lah yang akan memutuskannya," kata Djohar Arifin kepada wartawan di Jakarta, Selasa.

Sebagaimana diketahui, terkait dengan upaya penyelesaian atas kekisruhan yang terjadi dalam persepakbolaan Indonesia (PSSI), Task Force AFC akhirnya memerintah pihak-pihak yang bertikai yakni PSSI, Liga Super Indonesia (ISL) dan Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) untuk membuat `Joint Committee` yang berjumlah delapan orang.

Kedelapan orang tersebut merupakan gabungan dari kedua kubu dengan masing-masing perwakilan empat orang dan tim ini akan merumuskan upaya penyelesaian atas dualisme yang terjadi dalam organisasi dan kompetisi sebagaimana dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani tiga pihak di hadapan AFC.

Pembentukan Komite Gabungan merupakan salah satu poin dari hasil kesepakatan yang ditandatangani oleh PSSI, ISL dan KPSI dan turut disaksikan utusan FIFA dan AFC pada Kamis pekan lalu.

Kubu KPSI yang dipimpin Ketua Umum PSSI hasil Kongres Luar Biasa (KLB) pada Senin lalu sudah menetapkan empat orang wakilnya, yakni Djamal Aziz, Hinca Panjaitan, Joko Driyono dan Togar Manahan Nero.

Namun kubu PSSI Djohar Arifin baru akan memutuskannya dalam satu-dua hari ke depan.

"Mudah-mudahan dalam satu atau dua hari ke depan kami sudah dapat memutuskan perwakilan PSSI untuk Komite Gabungan itu," ujarnya.

FIFA memberikan batas waktu hingga 15 Juni 2012 mendatang untuk pembentukan Komite Gabungan.

Menurut Djohar Arifin, dalam memutuskan siapa-siapa yang akan duduk di jajaran Komite Gabungan bukanlah hal yang gampang dan PSSI harus mengirimkan utusan yang benar-benar kapabel untuk mengatasi persoalan sepakbola di Indonesia. (ANT132)