Harga minyak anjlok di perdagangan Asia

Singapura (ANTARA News) - Harga minyak anjlok di perdagangan Asia Kamis karena data konsumen AS yang lemah dan kemuraman finansial zona euro mempengaruhi sentimen jelang pertemuan penting OPEC mendatang.

Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Juli turun 23 sen pada 82,39 dolar per barel dan Brent North Sea turun 24 sen menjadi 96,89 dolar pada perdagangan pagi.

Penjualan ritel AS turun dua bulan berturut-turut pada Mei, kata pemerintah Rabu, sebuah pertanda mengkhawatirkan bahwa konsumen kembali memangkas pengeluaran, yang menjadi penggerak kebanyakan ekonomi.

Penjualan ritel turun 0,2 persen, menyusul penurunan 0,2 persen pada April, kata Departemen Perdagangan.

Pasar minyak juga tertekan semakin tingginya kekhawatiran krisis utang zona euro, menjelang pemilu Yunani yang tercabik utang itu, Sabtu.

Para pialang mengkhawatirkan kemenangan partai antipenghematan yang bisa membawa Athena merobek-robek kesepakatan bailout, yang pada gilirannya mungkin membawanya keluar dari zona euro.

Para investor juga akan mengamati dengan cermat pertemuan kebijakan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) Kamis mendatang di Wina.

Kartel yang menyuplai sekitar sepertiga suplai minyak mentah dunia itu akan memutuskan apakah akan mengubah target produksi mereka sekitar 30 juta barel per hari.

Sejumlah anggota, termasuk Libya dan Ekuador, telah menyatakkan khawatir bahwa kartel memompa terlalu banyak minyak dan oleh karena itu menekan harga.

"Negara-negara yang keras soal harga minyak dalam OPEC mengomel bahwa pertumbuhan ekonomi yang melambat akan membuat minyak mentah -- yang sudah turun 30 dolar sejak Maret -- semakin jatuh lebih dalam lagi," kata Phillip Futures. (K004)