Polisi Italia tangkap penyebar bom

Milano (ANTARA News) - Polisi Italia, Rabu, menangkap anggota organisasi pengacau yang dicurigai melancarkan serangkaian serangan, termasuk mengirim surat bom ke lembaga pengumpul pajak Equitalia dan Deutsche Bank di Frankfurt.

Polisi di Kota Perugia, Italia tengah, memerintahkan lebih dari 40 penggeledahan di seluruh Italia dan menangkap 10 orang, demikian isi satu pernyataan polisi.

Gelombang serangan baru-baru ini, yang meliputi penembakan dan seorang pejabat pelaksana perusahaan rekayasa nuklir Iralia cidera pada Mei, telah menimbulkan kekhawatiran mengenai kembalinya kerusuhan politik gaya '70-an di Italia --yang dilanda krisis.

Paling terkenal adalah penculikan dan pembunuhan bekas perdana menteri Italia, Aldo Moro, oleh Brigatte Rosse, pada pertengahan '70-an. Organisasi teroris itu memiliki jaringan dengan organisasi teroris lain di belahan lain dunia.

Namun polisi menyatakan mereka tak memiliki bukti yang menghubungkan tersangka dengan serangan terhadap Kepala Pelaksana Ansaldo Nucleare Roberto Adinolfi pada Mei, demikian laporan Reuters, Rabu malam.

Mereka yang ditangkap meliputi beberapa warga negara Italia yang diduga memiliki hubungan dengan kelompok yang menambakan diri Federasi Anarkis Tak Resmi (FAI).

Beberapa pesan merujuk ke kelompok itu meliputi bom surat ke Equitalia, yang menghancurkan jari direktur jenderal lembaga itu. Satu surat lagi kepada Kepala Pejabat Pelaksana Deutsche Bank Josef Ackermann. Namun surat kedua dicegat dan tidak meledak.

Polisi juga menangkap dua pria di Swiss dan Jerman.

Mereka yang ditahan dituduh mengatur kegaitan dan memasang bom yang sebagian meledak di satu terowongan di bawah Bocconi University di Milan pada Desember 2009. Mereka juga diduga bertanggung jawab atas bom surat yang dikirim ke Equitalia, Deutsche Bank, dan Kedutaan Besar Yunani di Paris pada Desember 2011.

(C003)

(T.C003/B/C003/C003) 13-06-2012 21:45:27