Penggunaan internet dalam komunikasi politik makin luas

Palangka Raya (ANTARA News) - Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute, Gun Gun Haryanto menyatakan, penggunaan internet dalam dunia komunikasi politik semakin meluas.

"Tentu saja tidak bisa kita lepaskan dari lingkungan dinamis yang terjadi di dunia, kawasan Asia dan Indonesia sendiri," kata Gun Gun di Palangka Raya, Kamis.

Menurut dosen tetap Komunikasi Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu, faktor yang berpengaruh terhadap semakin intensifnya penggunaan internet dalam komunikasi politik di Indonesia.

Pertama, internet menjadi sebuah media baru yang revolusioner di dunia, karena merupakan "perkawinan" antara media cetak, audio dan video yang menawarkan komunikasi dua arah.

Kedua, Indonesia juga terpengaruh oleh dinamisasi penggunaan internet yang terjadi di Asia. Jika pada tahun 2000 pengguna internet di Asia hanay kurang lebih 114.304.000 pengguna, maka pada 2011 menjadi 932.393.209 dari jumlah populasi 3.879.740.877.

Ketiga, pertumbuhan internet yang cepat di Indonesia. Menurut versi internetworldstar, jumlah pengguna internet pada 2011 sebanyak 39,6 juta. Meskipun dari data Kementerian Komunikasi dan Informatika, jumlah pengguna sudah berada dikisaran 45 juta.

Sementara lembaga riset business monitor internasional, memprediksi pengguna internet di Indonesia akan mencapai 153 juta pada 2014.

Lonjakan pesat dalam tiga tahun ke depan, tuturnya sangat beralasan apabila melihat tren yang berkembang pesat di semua segmen baik dari sisi teknologi perangkat maupun konten.

Situs jejaring sosial maupun weblog internet, kini sama-sama menunjukkan perannya yang menguat untuk menjadi ruang publik bagi komunitas virtual.

Komunitas jejaring sosial di dunia maya, juga telah memberi tekanan pada tindakan sewenang-wenang atas hak asasi manusia (HAM) seseorang. Seperti kasus yang menimpa Prita Mulyasari versus RS Omni Internasional.

Penggunaan internet dalam politik komunikasi politik menjadi penting terutama dalam konteks artikulasi, agregasi kepentingan politik baik dari kelompok masyarakat biasa, berperhatian maupun elit.

Tantangan yang dihadapi dalam implementasi internet sebagai ruang publik baru yang efektif adalah aksesibilitas internet, masih lemahnya diskursus "online", belum tentu diakui secara formal, tidak terdapat batasan dan standar baku dalam proses interaksi yang berlangsung di dunia maya serta interaksi di internet kerap miskin solusi.
(ANT)