Youtube hapus materi terkait terorisme

Jakarta (ANTARA News) - Perusahaan pemilik Youtube, Google, telah menghapus sekitar 640 video yang disinyalir kuat mempromosikan aksi terorisme selama paruh kedua tahun 2011.

Tindakan ini dilakukan setelah Asosiasi Polisi Inggris menyatakan keluhan terhadap materi terorisme di laman yang memungkinkan setiap orang "siaran" di dunia maya.

Tak hanya itu, Google juga menghapus lima akun di Youtube yang menyiarkan video-video teror tersebut.

Namun demikian, baik Google maupun Youtube lebih banyak menolak permintaan serupa dari berbagai organisasi atau pemerintahan.

Salah satu permintaan yang ditolak adalah permintaan dari Kantor Imigrasi Kanada, yang meminta agar video yang menggambarkan seorang warga negara Kanada yang mengencingi paspor lalu membuangnya ke lubang toilet agar dihapus.

Google juga menolak menghapus enam video di Youtube yang menampilkan satire terhadap angkatan bersenjata Pakistan serta politisi seniornya. Permintaan itu datang dari Kementerian Teknologi Informasi Pakistan.

Berdasarkan catatan Transparency Report Google, perusahaan itu telah memenuhi ratusan permintaan sensor dari beberapa negara:


Secara keseluruhan, Google telah menerima 461 perintah pengadilan dari total 6.989 kasus yang disidangkan antara Juli-Desember 2011. Google mengaku baru memenuhi 68 persen putusan pengadilan tersebut.
(E012)