Pengamat: pengakuan Gordang Sambilan tak perlu dipermasalahkan

Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah dan masyarakat Indonesia seharusnya tidak mempermasalahkan pernyataan Malaysia bahwa tari Tor Tor dan Gordang Sambilan merupakan bagian dari budaya komunitas Malaysia, kata pengamat kebudayaan dan akademisi bidang etnomusikologi, Rizaldi Siagian.

"Mandailing sebagai komunitas Melayu di Malaysia, memang memiliki budaya tari Tor Tor dan Gordang Sambilan, lantas apa dan di mana salahnya," ujar Rizaldi kepada ANTARA News, Selasa.
 
Menurut Rizaldi, orang Mandailing yang telah menjadi bagian dari salah satu komunitas di Malaysia juga berhak untuk menyatakan kebudayaan dan kultural mereka.

"Ini hak kebudayaan dan kultural yang tidak boleh dilarang. Malaysia sebagai negara tempat mereka bernaung, jelas harus melindungi hak masyarakatnya," katanya.

Dia juga menekankan bahwa budaya adalah bagian dari warisan suku bangsa, bukan negara, sehingga tidak perlu menjadikannya sebagai masalah negara.

"Suku bangsa lah yang memiliki budaya dan kultur. Dan kultur dapat tersebar luas bila masyarakatnya juga tersebar," kata dia.

Rizaldi pun memberikan contoh dengan sebuah pengandaian, "seperti komunitas Jawa yang menetap di London ingin melestarikan budaya Jawa meskipun mereka sudah lama tinggal di London. Ini sama hal nya dengan masyarakat Melayu Mandailing yang juga ingin melestarikan budayanya."

"Jangan salah kaprah akan persoalan budaya ini. Seharusnya hal ini juga tidak perlu dibesar-besarkan dan dipermasalahkan, karena memang tidak ada masalah dalam hal ini," ujar Rizaldi.

(M048)