Indeks BEI Rabu menguat 63,08 poin

Jakarta (ANTARA News) - Sentimen positif dari kemungkinan bank sentral AS menelorkan stimulus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, telah mendorong investor di Bursa Efek Indonesia mengambil posisi beli pada perdagangan Rabu.

Menguatnya saham-saham unggulan memicu indeks harga saham gabungan BEI pada Rabu ditutup menguat 63,08 poin atau 1,63 persen ke posisi 3.943,90. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 12,87 poin (1,94 persen) ke level 675,29.

"IHSG mengalami penguatan pada perdagangan Rabu ini seiring dengan harapan The Fed akan mengumumkan stimulus tambahan bagi AS untuk mendorong pertumbuhan ekonominya," kata analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono.

Selain itu, lanjut dia, yield surat utang Spanyol kembali turun setelah pemerintah Spanyol sukses mencapai target lelang obligasinya.

Ia menambahkan, sentimen positif juga datang dari perkembangan Yunani membentuk pemerintahan baru dan juga Uni Eropa kemungkinan besar akan memberikan kelonggaran terhadap persyaratan dana bantuan yang diberikan oleh penguasa baru yagn pro-bailout.

Ia memproyeksikan, pergerakan indeks BEI akan dipengaruhi oleh perkembangan berita regional. Setelah menguat dalam empat hari berturut-turut, ruang untuk naik relatif terbatas dan rawan akan aksi ambil untung.

"Diperkirakan, indeks BEI akan bergerak di kisaran 3.880-3.980 poin pada perdagangan Kamis (21/6)," kata dia.

Saham yang mengalami penguatan di antaranya, Gudang Garam (GGRM) naik Rp1.450 ke Rp59.950, Bukit Asam (PTBA) naik Rp900 ke Rp14.900, Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp650 ke Rp37.450.

Frekuensi transaksi mencapai 163.750 kali dengan volume mencapai 4,581 miliar lembar saham senilai Rp4,134 triliun.

Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng menguat 102,18 poin (0,53 persen) ke level 19.518,85, indeks Nikkei-225 naik 96,44 poin (1,11 persen) ke level 8.752,31 dan Straits Times menguat 13,27 poin (0,47 persen) ke level 2.855,68.

(ANTARA)