Waspadai debar jantung yang tak beraturan

Jakarta (ANTARA News) - Debar jantung yang tidak beraturan dan seringkali berdegup kencang tanpa alasan tertentu, bisa jadi pertanda gejala fibrilasi atrium, kata spesialis penyakit dalam dan jantung dari Rumah Sakit Harapan Kita, Dr. Santoso Karo Karo, MPH, SpJP(K), FIHA.

"Fibrilasi atrium adalah gangguan pada irama jantung, dan ini merupakan faktor risiko utama stroke istemik dan kematian," ujar Santoso pada jumpa pers peluncuran obat untuk penderita penyakit stroke di Jakarta, Kamis.

Santoso menjelaskan, pada pasien fibrilasi atrium, denyut jantung yang tidak teratur dapat menimbulkan terbentuknya gumpalan-gumpalan darah di dalam atrium jantung.

"Gumpalan ini dapat bergerak ke otak, menghalangi aliran darah, dan menimbulkan stroke atau bahkan kematian," kata dia.

Selain itu, stroke yang diakibatkan fibrilasi atrium pada umumnya menimbulkan dampak dan kecacatan fisik yang lebih parah, hingga 50 persen.

"Kelumpuhan bahkan gangguan yang disebabkan biasanya lebih parah, daripada stroke pada pasien bukan penderita fibrilasi atrium," ujar Santoso.

Santoso memaparkan, fibrilasi atrium sangat rentan terjadi pada pasien penderita lemah jantung, hipertensi dan diabetes melitus, dan orang lanjut usia.

"Bagi mereka yang memiliki hipertensi dan diabetes melitus, sebaiknya menjaga pola makan, minum obat teratur, supaya terhindar dari fibrilasi atrium," kata dia.

Sementara bagi orang lanjut usia, pola dan gaya hidup sewaktu muda akan sangat mempengaruhi muncul atau tidaknya fibrilasi atrium.

(M048)