31 kontestan akan bersaing merebut gelar Master Chef

Jakarta (ANTARA News) - Sebanyak 31 kontestan terpilih menjadi peserta ajang kompetisi memasak MasterChef Indonesia 2, setelah berhasil melalui audisi dan lolos dalam proses seleksi akhir yang "keras" dan penuh drama. 

Pada pertunjukan yang disiarkan stasiun televisi penyelenggara pada Minggu petang, juri yang terdiri atas chef Degan Septoadji, Rinrin Marinka, dan Juna Rorimpandey memilih mereka diantara 60 kontestan yang disaring dari 18.000 pendaftar yang ikut audisi di Surabaya, Makassar, Padang dan Jakarta.

Juri menilai masakan yang disajikan ke-60 kontestan dengan beragam profesi tersebut berdasarkan rasa dan tampilan sajian masakan. 

Para juri memberikan apron MasterChef pertama kepada Joyce Pesolima (60) setelah sempat gelisah karena tak juga menemukan kontestan yang dianggap layak masuk kompetisi.

Semua juri menyukai rasa dan penampilan masakan bola-bola daging hitam manis isi nanas dengan saus kecoklatan mengkilap dan puree kentang buatan Joyce. "Menggiurkan," kata Chef Juna.

Diantara penerima apron juga ada mantan model Nina Bertha (24), instruktur tari asal Bogor bernama Hani atau Oneng (23) yang menyajikan "Ayam Dugem" siram saus cola, serta koreografer John Hendry alias Oyon (50) yang memasak nasi tim ayam wortel.

Selain itu ada pramugari Nuril (24), dua saudara kembar Magdalena Yohana (29) dan Magdalena Margaretha (29), serta seniman tatto asal Surabaya, Bagus (29).

Ketiga juri memberikan apron terakhir kepada Adelina (27) dengan sajian sushi "NYI" dan Suryanto, pedagang buah dari Kroya yang menyajikan soto ceker andalannya.

Ke-31 peserta tersebut selanjutnya akan bersaing memperebutkan gelar Master Chef Indonesia 2 dengan menaklukkan tantangan memasak pada babak-babak pertunjukan selanjutnya.


Penuh drama

Pemilihan kontestan ajang pencarian bakat itu penuh adegan drama seperti musim sebelumnya, ada ketegangan, tawa gembira, tangis bahagia dan kecewa, serta kepasrahan kontestan yang gagal setelah berusaha keras membuat para juri terkesan.

Koreografer dan instruktur aerobik Oyon yang maju dengan yakin terlihat berusaha keras menata hati dan tangis saat Chef Juna mengatakan presentasi masakannya berantakan seperti sampah dan memberikan komentar tajam pada penampilannya.

"Ini tentang makanan, bukan jual cerita. Mau masak atau mau gaya? Di sini kompetisi masak, kalau mau gaya-gayaan lain kompetisi ya!" katanya sambil menatap tajam ke mata Oyon.

Komentar Chef Juna juga membuat Muksinin alias Ogan (35) yang maju dengan percaya diri penuh berurai air mata mendengar kritikan pedas juri. Chef Juna bahkan mematahkan pahatan wortel yang sebelumnya dia banggakan dan dengan nada tajam mengatakan,"kamu kayaknya bikin ini main-main, padahal ribuan orang berusaha masuk ke sini."

"Saya bilang yes hanya untuk injak-injak kamu saja," kata Juna saat akhirnya setuju memberikan apron untuk Ogan.

Juri juga membuat suasana jadi dramatis saat memanggil anggota keluarga kontestan ke ruang penilaian hanya untuk mengatakan sang kontestan tak bisa masuk, serta memanggil kembali dan memberikan apron pada kontestan yang sebelumnya dinyatakan gagal.

Sementara anggota TNI Angkatan Laut asal Kediri, Imam Tauhid, yang memasak ikan tuna bumbu kuning kemangi berbesar hati menerima kegagalan masuk kompetisi dan mendengar kritikan juri yang menyebut potongan tunanya "seperti potongan daging kucing."

Kontestan lain yang gagal melangkah keluar ruang juri dengan gontai, sebagian dengan besar hati, beberapa dengan mengusap sudut matanya sambil menunduk.

(*)