Dibohongi bengkel pemilik mobil uji UU monopoli

Jakarta (ANTARA News) - Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang perdana pengujian UU Konsumen dan UU Anti-Monopoli yang dimohonkan oleh pemilik mobil, Kokok Hadyanto, yang merasa dibohongi oleh bengkel jaringan Grup Astra Internasional.

"Duduk perkaranya saya sebagai konsumen Astra Internasional, mobil secara sengaja dibilang rusak dan disuruh mengganti onderdil sehingga hak asasi terlanggar," kata Kokok, saat menguraikan permohonannya dalam sidang MK Jakarta, Selasa.

Untuk itu, lanjutnya, pihaknya menguji UU Konsumen dan UU Anti Monopoli terutama Pasal 24 yang terkait persengkokolan yang telah merugikannya.

Kokok mengatakan bahwa perkara yang dialaminya bukan masalah teknik otomotif yang canggih dan rumit, tetapi sebenarnya hanyalah kasus penipuan atau perbuatan curang.

Sidang panel ini dipimpin oleh Ketua Hakim Panel Maria Farida Indrati didampingi Fadlil Sumadi dan Anwar Usman.

Hakim Konstitusi Maria Farida mengatakan bahwa MK tidak menyidangkan masalah konkrit yang dialami pemohon.

Maria juga mengatakan permohonan pemohon juga tidak sesuai dengan format standart mahkamah.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Hakim Konstitusi Fadlil Sumadi  yang mengatakan dalil yang dimohonkan pemohon tidak menyebutkan pasal-pasal yang diuji bertentangan dengan UUD

"Kerugian konstitusional pemohon dalam permohonan belum tergambar," kata Fadlil.

Untuk itu, Maria menyarankan kepada pemohon apakah melanjutkan permohonannya atau mencabutnya.

"Jika dilanjutkan kami memberi waktu 14 hari kepada pemohon untuk memperbaiki permohonanannya," kata Maria.

Kokok menyatakan tetap melanjutkan permohonannya karena merasa ada kerugian yang terlanggar.

(J008)