Presiden: agenda APEC 2013 harus mudah diimplementasi

Vladivostok, Rusia (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan Indonesia sebagai pimpinan KTT APEC 2013 akan melakukan langkah-langkah operasionalisasi isu sehingga hasil KTT di Bali tahun depan bisa diimplementasikan oleh 21 kekuatan ekonomi di Asia Pasifik yang menjadi anggota APEC.

Dalam keterangan pers kepada wartawan Indonesia usai KTT APEC di Vladivostok, Rusia, Minggu malam waktu setempat, Presiden mengatakan operasionalisasi isu penting agar apa yang dibicarakan dan kemudian disepakati dapat segera diadopsi oleh para pemimpin kekuatan ekonomi setelah mengikuti KTT APEC di Bali 2013 mendatang.

"Saya ingin ketika menjadi `Chairman` kemudian berbicara energi security dan pangan, kemudian ada kerja sama seperti apa yang dilakukan. Contohnya untuk pangan bagaimana langkah produksi pangan yang lebih nyata, juga misalnya kalau kita berteriak-teriak tentang mengenai produksi pangan yang menurun, lakukanlah research lebih riil selain melakukan policy coordination," kata Presiden.

Sementara itu mengenai pelaksanaan KTT APEC di Rusia, dari sejumlah sektor seperti isu akomodasi, fasilitas wartawan dan juga pengaturan delegasi, Presiden menilai apa yang dilakukan Rusia sangat baik.

"Manajemen transportasi sangat baik. Dari segi penyelenggaraan fasilitas bangunan fisik bagus, tidak mudah mempersiapkan akomodasi dalam persiapan APEC," kata Kepala Negara.

Sebelumnya, sejumlah menteri yang mendampingi Presiden Yudhoyono dalam kegiatan KTT APEC di Rusia meninjau fasilitas pusat media yang terletak di Gedung International Media Center Kompleks KTT APEC di Russky Island untuk membandingkan dengan kesiapan penyelenggaraan KTT APEC di Bali 2013.

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Menteri Perindustrian MS Hidayat dan Seskab Dipo Alam, Minggu siang waktu setempat mengunjungi Internasional Media Centre dan mencatat fasilitas-fasilitas di gedung yang menjadi pusat kegiatan lebih dari 1.000 wartawan dari 21 anggota APEC.

"Fasilitas untuk media di sana sangat baik, oleh karena itu kami semua datang ke sini untuk belajar dan melihat paling tidak kita harus menyamai ketika kita melakukannya di Bali," kata MS Hidayat kepada wartawan.

Ia mengatakan semua kebutuhan wartawan untuk melakukan liputan disediakan oleh panitia penyelenggara.

Ia mengharapkan dalam penyelenggaraan di Bali pada Oktober 2013 mendatang, fasilitas yang disediakan bisa memenuhi standar internasional dan sesuai dengan standar setiap penyelenggaraan KTT APEC selama ini.

"Saya kira sama seperti ini, hanya kami ingin menyamai fasilitas media karena pengalaman kita KTT APEC itu `coveragenya` dunia, dan pernyataan semua keluar dari APEC ini. Jadi nanti anda (wartawan) akan diprioritaskan. Kita mulai bekerja tahun ini, semua gedung dan fasilitas yang akan digunakan sudah diidentifikasi," kata MS Hidayat.

Menurutnya, lokasi media centre di KTT APEC Bali akan berada di Nusa Dua, namun akomodasi wartawan maupun pemimpin negara yang hadir akan terpisah-pisah tidak seperti yang dilakukan di Russky Island.

Ketika ditanya anggaran yang disiapkan untuk Media Centre, MS Hidayat belum bisa menyebutkan namun semua kementerian sudah diminta untuk bekerja dan memberikan kontribusi bagi penyelenggaraan KTT APEC di Bali mendatang.

"Nanti pasti semua kementerian diminta memberikan kontribusinya. Terus ABAC-nya (APEC Bussines Advisory Council) sendiri, kamu lihat ABAC-nya seminggu sebelum ini sudah bekerja itu luar biasa betul. Itu diinisiasi oleh swasta," kata Menperin.

Meski demikian ia mengatakan fasilitas yang disiapkan harus lebih lengkap dibandingkan dengan fasilitas yang disediakan saat berlangsungnya KTT ASEAN di Bali tahun lalu.

Internasional Media Centre pada KTT APEC 2012 menempati gedung berlantai 11 di salah satu kompleks Far Eastern Federal University, Russky Island, Rusia. Gedung nomor 24 yang menjadi IMC tersebut terletak di tengah-tengah antara gedung yang digunakan bagi pertemuan pemimpin negara anggota APEC dan juga gedung yang digunakan bagi pertemuan bisnis APEC.

Setiap wartawan dilengkapi dengan kartu pers berakreditasi dan memiliki barcode untuk mencek akreditasi, juga diberikan press kit serta buku panduan lengkap mengenai segala hal sejak alur transportasi, informasi akomodasi yang disiapkan, alat-alat komunikasi serta sarana pengiriman berita dan informasi lainnya secara detai.

Disediakan sambungan internet kabel dan nirkabel gratis dengan 400 personal computer (PC), lebih dari 20 mesin fax, 10 mesin fotocopy, 300 pesawat telepon dengan sambungan telepon lokal maupun internasional gratis dan juga penyediaan makanan prasmanan bagi wartawan dalam sesi makan siang dan makan malam.

Makanan kecil seperti roti dan minuman mineral dan bersoda disediakan gratis sepanjang hari sejak pukul 06.00 waktu setempat hingga pukul 24.00 waktu setempat.

Sekitar 20 televisi datar ukuran 40 inch melengkapi sejumlah sudut ruang utama IMC tempat wartawan bekerja yang menyiarkan kegiatan KTT APEC khususnya sesi pertemuan para pemimpin negara.

Di gedung tersebut juga disediakan sejumlah booth yang disewa oleh sejumlah media sebagai tempat mereka bekerja.

Dalam gedung itu juga terdapat fasilitas penukaran uang, ruang makan khusus wartawan di lantai 11, ruang konferensi pers dan sejumlah kelengkapan lainnya.
(P008/R007)