BPN tingkatkan layanan jemput bola "Larasita"

Jakarta (ANTARA News) - Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Hendarman Supandji mengatakan BPN akan meningkatkan layanan pertanahan jemput bola melalui program Layanan Rakyat untuk Sertifikat Tanah (Larasita) sepanjang tahun 2013.

"Melalui program Larasita ini, jajaran BPN RI mendatangi langsung tempat tinggal masyarakat, baik di desa-desa maupun tempat-tempat yang jauh dari kantor pertanahan, untuk melakukan layanan pertanahan seperti membuat sertifikat," kata Hendarman di acara Revitalisasi Larasita di Kabupaten Kepuluan Seribu, Jakarta, Rabu.

Dalam keterangan persnya, Hendarman mengatakan Larasita yang merupakan program pro-rakyat akan terus dtingkatkan baik dari sisi kualitas maupun kuantitasnya.

"Dalam rangka meningkatkan pelaksanaan Larasita, pada tahun 2013 Kantor Pertanahan Kabupaten dan Kota diharuskan membuat jadwal kunjungan dan sosialisasi kepada pemerintah daerah setempat dan masyarakat tentang adanya kunjungan pelayanan pertanahan melalui Larasita," katanya.

Hendarman menjelaskan untuk DKI Jakarta selama Januari hingga April 2013, sertifikat prona telah diserahkan ke masyarakat sebanyak 200 bidang dan melalui program Larasita 102 bidang. "Tahun 2013 ini untuk DKI kita targetkan 4.700 sertifikat," ujarnya.

Sementara untuk target sertifikasi tanah tingkat nasional di tahun 2013 kata Hendarman adalah 1.930.965 bidang tanah. "Untuk mencapai target nasional ini, bahkan untuk lebih mempercepat sertifikasi tanah, program Larasita bisa lebih ditingkatkan lagi," katanya.

Hendarman menambahkan jajaran BPN juga perlu meningkatkan pelayanan pertanahan melalui  program "one day service". Melalui program ini, sejumlah pelayanan seperti pemindahan hak atas tanah dan pengecekan sertifikat bisa dilakukan secara cepat dan selesai dalam sehari.

"Mari kita tingkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui program Larasita dan 'one day service' ini," tegasnya.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Seribu, Ahmad Luthfi mengapresiasi terobosan BPN lewat program Larasita dan "one day service" yang membantu warga di Kepulauan Seribu. "Kepulauan Seribu sudah berkembang menjadi tujuan wisata nasional. Karena itu adanya proses sertifikasi yang menjamin hak atas tanah sangat mendukung perkembangan wisata di Kepulauan Seribu," ujarnya.

Ahmad Lutfi mencontohkan banyaknya "home stay" yang didirikan warga merespons kebutuhan bagi wisatawan memerlukan sertifikat untuk jaminan permodalan dan pengembangan usahanya.

Masriah (49), warga Pulau Panggang,  Kepulauan Seribu, yang menerima sertifikat mengatakan sangat senang dan bangga atas program Larasita. "Ini sangat membantu kami, dan memudahkan kami mengurus sertifikat," katanya.

Masturoh (44), warga Pulau Pramuka menambahkan dengan program Larasita dia tak perlu keluar dari Pulau Pramuka untuk mengurus sertifikat, karena didatangi oleh petugas. "Kami harapkan program seperti ini terus dilanjutkan," ujarnya. (*)