Ahmadinejad Lancarkan Serangan Terhadap AS di PBB

New York (ANTARA News) - Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, memanfaatkan pidatonya dalam Sidang Majelis Umum PBB, Selasa, untuk melancarkan serangan luas terhadap Amerika Serikat, dan menuduh negara adidaya itu melanggar hak asasi manusia.

Dalam pidato berjangkauan luas, Ahmadinejad menyerang pemerintah Presiden AS George W. Bush, yang sebelumnya telah memanfaatkan pidatonya di Sidang Majelis PBB untuk berbicara mengenai hak asasi manusia dan kebebasan, terutama di Irak.

"Sayangnya, hak asasi manusia kian dilanggar oleh negara tertentu, terutama oleh mereka yang berpura-pura menjadi penganjur eksklusifnya," kata Ahmadinejad, tanpa menyebut nama Amerika Serikat.

"Mendirikan penjara rahasia, menculik orang, mengadili dan menghukum orang secara rahasia tanpa mempedulikan proses yang semestinya, penyadapan luas percakapan telefon, mencegat surat pribadi ... telah lazim dan umum terjadi," katanya, seperti dilaporkan AFP.

Kursi delegasi AS terlihat kosong selama pidato Ahmadinejad.

Ia terus mengecam serbuan pimpinan AS atas Irak, yang ia katakan diduduki di bawa dalih penggulingan diktator dan keberadaan senjata pemusnah massal.

"Sayangnya, kita menyaksikan kebenaran pahit bahwa sebagian negara tak mengharga sebagian manusia atau bangsa dan satu-satunya yang menjadi masalah bagi mereka adalah diri mereka sendiri, partai politik mereka dan kelompok mereka," kata Presiden Iran tersebut.

"Dalam pandangan mereka, hak asas manusia sama saja dengan keuntungan bagi perusahaan mereka dan teman-teman mereka. Hak dan kedaulatan rakyat Amerika juga sedang dikorbankan demi keinginan rakus mereka yang memegang kekuasaan," tambahnya.

Dalam kesempatan lain, Ahmadinejad berusaha menjernihkan pernyataannya yang "menyerukan penghancuran Israel" dengan menyamakan hilangnya negara Yahudi itu dari dunia dengan bubarnya Uni Sovyet.

Ahmadinejad mengatakan rakyat Palestina mesti dapat memberi suara mengenai kemerdekaan mereka, dan ia menyatakan bahwa itu berarti Israel tak lagi menjadi satu negara.

"Uni Sovyet: mana itu sekarang sebagai suatu kesatuan? Hilang," kata Presiden Iran tersebut kepada wartawan saat menanggapi pertanyaan mengenai pernyataan pada waktu lalu tentang Israel.

"Apakah itu terjadi melalui perang? Tidak, itu terjadi melalui pilihan rakyat. Jadi, biarkan rakyat Palestina memutuskan buat diri mereka." (*)