Tiga Pentolan Al Qiyadah Serahkan Diri

Bekasi (ANTARA News) - Beberapa hari setelah pimpinan ajaran Al-Qiyadah Al-Islamiyah, Ahmad Mushaddeq menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya, kini tiga orang pengikut aliran sesat tersebut di Bekasi menyerahkan diri ke polisi.

Kapolres Metro Bekasi, AKBP Mas Guntur Laope di Bekasi, Kamis, mengatakan, ketiga pengikut aliran sesat yang menyerahkan diri tersebut yakni, Ricky Septo Nugroho, Rahmad Hudiana dan Rahman.

Selama ini, ketiga pengikut aliran sesat tersebut beroperasi di Jalan Raya Narogong, Kampung Rawa Roko, Gang Rawa Rt10/01, Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Bekasi.

Mereka merasa khawatir kehidupannya tidak tenang setelah mendengar pimpinan aliran Al-Qiyadah Al-Islamiyah ditangkap polisi, sehingga menyerahkan diri ke Polres Metro Bekasi.

Kapolres Metro Bekasi menambahkan, ketiganya telah mengikuti aliran sesat itu selama dua tahun dan menyebarkan ajaran tersebut kepada puluhan warga di Kota Bekasi.

Untuk mendapat simpati dari masyarakat, mereka menyebarkan ajaran tersebut dengan cara menggelar pengajian bersifat tertutup dengan jumlah peserta 20 orang.

"Saya memprediksi pengikut aliran sesat itu di Bekasi bisa lebih banyak. Dan saya mengimbau segera menyerahkan diri ke polisi," ujar Mas Guntur Laope.

Ketiga pengikut aliran sesat itu juga menyerahkan sebuah Al-Kitab, sebuah Al-Qur`an, sebuah buku panduan berjudul "Ruhul Quddus yang turun kepada Al- Masih Al-Mawud", dan lima buah buku panduan ajaran tersebut.

Terkait dengan penyerahan diri pengikut ajaran sesat tersebut, Kapolres Metro Bekasi juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terpengaruh dan mewaspadai ajaran tersebut.

Sementara itu, Ricky Septo Nugroho ketika ditemui di Polres Metro Bekasi mengatakan, dirinya sebagai pembicara dalam pengajian di rumah kontrakan di Jalan Raya Narogong, Kampung Rawa Roko RT10/01, Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Bekasi.

Dalam menjalankan misinya, ia memberi pemahaman kepada para pengikutnya tentang ajaran Al-Qiyadah Al-Islamiyah dan Ahmad Mushaddeq sebagai rasul setelah Nabi Muhammad SAW.

Setelah para pengikutnya percaya dan yakin akan ajaran tersebut, kemudian membaca kalimah syahadat tetapi bunyinya tidak sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW.

Ia mengaku resah setelah pimpinan ajaran tersebut ditangkap polisi dan para pengikut di daerah lain juga dikejar-kejar, sehingga bersama dua rekannya menyerahkan diri ke Polres Metro Bekasi.(*)