Pefindo Pertegas Peringkat UNIC pada "idA-"

Jakarta (ANTARA News) - Perusahaan pemeringkat efek Indonesia (Pefindo) mempertegas peringkat "idA-" untuk PT Unggul Indah Cahaya Tbk (UNIC) dan Obligasi I/2003 berjangka waktu lima tahun sebesar Rp600 miliar yang akan jatuh tempo pada 2008.

Menurut Pefindo dalam sebuah pernyataannya di Jakarta, Senin, berdasarkan laporan keuangan tak diaudit perusahaan per 30 Juni 2007, outstanding Obligasi I adalah Rp547 miliar sejak perusahaan secara bertahap melakukan pembelian kembali (buy back) obligasi tersebut hingga Rp53 miliar.

Peringkat tersebut mencerminkan posisi perusahaan sebagai produsen tunggal dari Alkylbenzene (AB) di pasar domestik dan usaha yang stabil dari Linear Alkylbenzene (LAB). Tetapi peringkat tersebut masih dibatasi rendahnya margin dan profitabilitas akibat meningkatnya harga bahan baku dan relatif ketatnya cakupan arus kas perusahaan.

UNIC adalah produsen tunggal Alkylbenzene (AB) di Indonesia, sebuah produk kimia dasar yang digunakan untuk industri ditergen. Hingga saat ini, UNIC memiliki delapan anak perusahaan dengan kepemilikan langsung maupun tidak langsung di Indonesia, Singapura, Vietnam, Australia dan Selandia Baru.

Kegiatan usaha empat anak perusahaannya juga terkait dengan produksi dan distribusi bahan baku yang digunakan dalam industri ditergen.

Perusahaan juga bergerak di bidang usaha properti melalui 55 persen kepemilikan saham pada PT Wiranusa Grahatama (WG) melalui PT Unggul Indah Investama, anak perusahaan UNIC di bidang kegiatan investasi. WG saat ini sedang mengembangkan lahan untuk dijadikan Wisma UIC untuk blok residensial dan bangunan perkantoran.

Setelah menyelesaikan proyek yang mengalami kemacetan pada 2005, perusahaan memiliki tiga pabrik AB dengan total kapasitas produksi 270.000 MT per tahun dan sebuah unit PACOL dengan kapasitas produksi 180.000 MT per tahun.

Per 30 Juni 2007, para pemegang saham UNIC terdiri dari PT Aspirasi Luhur 47,31 persen, HSBC PV BK (Suisse) SA SG, TR sebagai kustodian 10,11 persen, PT Alas Pusaka 11,39 persen, PT Salim Chemicals Corpora 7,01 persen dan publik 24,18 persen. (*)