Dephan Agar Pertimbangkan Usulan Utilisasi Aset Texmaco

Jakarta (ANTARA News) - Departemen Keuangan meminta agar Departemen Pertahanan mempertimbangkan ulang usulan utilisasi aset PT Texmaco Engineering, karena kondisi aset itu sekarang sudah ketinggalan jaman, berdasarkan penelitian Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

"Kebanyakan aset-aset itu sudah sulit digunakan. Selain itu, kita kan sudah punya PT Pindad dan PT Dirgantara. Jadi saya pikir, itu harus dilihat lebih cermat lagi," kata Dirjen Kekayaan Negara, Hadiyanto, di sela-sela Rapat Kerja Nasional Ditjen Kekayaan Negara di Jakarta, Rabu.

Dengan demikian, tegas Hadiyanto, Depkeu tetap akan maju dengan agenda penjualan aset-aset Texmaco, termasuk aset "engineering" dan aset teknologi tekstil, sesuai dengan keputusan DPR.

Sebelumnya, Dephan bersekeras PT Texmaco Engineering segera diselamatkan, mengingat perusahaan tersebut telah banyak berkontribusi terhadap pengembangan alat utama sistem senjata (alutsista) bermitra dengan PT Pindad dan PT Dirgantara Indonesia (DI).

Bahkan, Sekjen Dephan Letjen Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan pihaknya telah mengirim surat kepada presiden agar segera melakukan penyelamatan terhadap PT Texmaco Engineering.

Aset tersebut kini dikelola oleh PT Perusahaan Pengelola Aset, yang berada di bawah Depkeu untuk dijual secara gelondongan, bersama aset-aset Texmaco lainnya. (*)