Nidji Pukau Jong Ambon

Ambon (ANTARA News) - Grup band papan atas, Nidji, tampil memukau dan "menggoyang" ribuan kawula muda yang memadati lapangan Polda Maluku di Tantui, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Rabu malam (7/11).

Grup band yang diawaki enam anak muda asal Jakarta yakni Giring (vokal), Rama dan Ariel (guitar), Adrie (drum), Andro (bass) dan Run-D (keyboard), telah "membius" jong-jong Ambon untuk ikut bernyanyi dan bergoyang selama satu jam.

Nidji membuka konser bertajuk "Ambon Su Bisa (ASB) I" itu tepat pukul 21.00 WIT dengan tembang "Heaven", dilanjutkan dengan "Child", lalu "Bila Aku Jatuh Cinta" (Lakuta) yang dicomot dari album pertamanya "Breakthrue".

Ditunjang dengan penataan panggung, "lighting" (tata lampu) dan "suond system" yang dirakit Meck Productions dari Makassar membuat aksi panggung Giring semakin prima dan penonton kian histeris.

Di sela-sela konsernya, Giring sang vokalis sempat memberi pesan-pesan damai dan menghimbau kawula muda Ambon untuk menjauhi narkoba.

Dengan gayanya yang khas, bernyanyi sambil jingkrak-jingkrak Giring dan rekan-rekannya pun menuntaskan delapan lagu yang tersisa yakni Sudah, Manusia Sempurna, Jangan Lupakan, Arti Sahabat, Kau dan Aku, Biarlah, Hapus Aku serta Disco Lazy Time yang menjadi lagu pamungkasnya.

Khusus tiga buah lagu yakni Jangan Lupakan, Arti Sahabat dan Biarlah merupakan lagu-lagu hits di album kedua Nidji yang bertajuk "Pop Up" yang beru diluncurkan Rabu (7/11), dan dinyanyikan khusus untuk menghibur kawula muda di Ambon dan sekitarnya yang baru terbebas dari konflik.

Saat membawakan lagu Kau dan Aku, Giring malah menggantikan kata Kau dan Aku dengan bahasa Ambon "Ale dan Beta" yang merupakan kata sapaan khas akrab bagi orang Ambon, dan hal ini membuat ribuan penontot lebih bersemangat untuk bernyanyi dan bergoyang bersama.

Sebelum mengakhiri aksi panggungnya yang tergolong spektakuler, satu persatu personel Nidji pun mengucapkan terima masih dan kebanggaan mereka terhadap masyarakat Ambon yang mampu menjaga kebersamaan, sehingga konser berlangsung aman. Ungkapan terima kasih ini pun disampaikan dengan dialek Ambon yang kental.

"Dangke (terima kasih) Ambon, kalian membuat kami cinta dan rindu untuk kembali ke sini. Ini konser pertama kami yang berlangsung aman tanpa ada bentrokan antara penonton," kata mereka mengakhir konsernya.

Ucapan terima kasih yang disampaikan dengan bahasa Ambon itu, tak pelak mengundang simpati ribuan kawula muda dengan memberikan aplaus dan meneriakkan nama grup band tersebut.(*)