Pergelaran `Irama Indonesia` Pukau Ratusan Penonton China

Beijing (ANTARA News) - Pertunjukan musik Irama Indonesia (The Rhythms of Indonesia) berhasil memukau ratusan penonton yang hadir di Gedung Konser Beijing, Rabu malam.

Komposer sekaligus musisi Dwiki Dharmawan berhasil memadukan alat musik tradisional Indonesia dan China, serta alat musik modern dalam menyajikan sejumlah lagu dan gerak tari yang diperagakan oleh Didik Nini Thowok.

Kelompok musik yang ikut meramaikan kegiatan seni dan budaya itu adalah Krakatau (Indonesia), Orkestra Harmoni Asia (China), serta "World Music Ensamble of Central Conservatory of Music" (China), penyanyi Ita Purnamasari, serta pesinden Peni Candra Rini.

Sejumlah alat musik tradisional Indonesia, seperti angklung, rebab, serta gendang juga turut menyemarakkan pertunjukan pentas seni dan budaya yang menyajikan lagu-lagu 'Janger', 'Bengawan Solo', 'Genjring Party', 'Ilir-Ilir', 'Impen-Impenan', serta 'Yamko Rambe Yamko'.

Para penonton yang terdiri atas masyarakat Indonesia, duta besar, diplomat asing, serta warga Beijing tampak begitu antusias menyaksikan pertunjukan seni dan budaya khas Indonesia tersebut dan beberapa kali memberikan sambutan tepuk tangan.

Turut hadir menyaksikan pertunjukan antara lain Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, Duta Besar RI untuk China, Sudrajat, serta Wakil Kepala Perwakilan RI untuk Beijing Mohamad Oemar.

Pertunjukan diawali dengan menyanyikan lagu 'Janger' yang diiringi oleh musik tradisional Indonesia dan China, alat musik modern, sementara Dwiki mengiringi dengan piano.

Pada akhir pertunjukan dilantunkan lagu 'Yamko Rambe Yamko' yang dinyanyikan secara urut-urutan (medley).

Dubes Sudrajat mengatakan tujuan dari pertunjukan itu adalah untuk lebih memperkenalkan jenis seni dan budaya Indonesia, khususnya untuk menampilkan berbagai alat musik tradisional yang kian lama kian dikenal di China.

Ia mengatakan dengan adanya penampilan pentas seni dan budaya ini diharapkan warga China dan asing yang ada di Beijing bisa lebih mengenal budaya Indonesia yang pada akhirnya bisa lebih mengangkat nama Indonesia di mata internasional.

"Kita akan lebih aktif mempromosikan potensi budaya Indonesia di mata internasional, antara lain melalui pertunjukan seperti ini," katanya.

Kegiatan ini, kata Dubes, juga merupakan salah satu realisasi dari Kerjasama Strategis yang telah ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Hu Jintao pada April 2005, yang intinya meningkatkan kerjasama berbagai bidang, seperti politik, ekonomi, serta sosial dan budaya.

Pentas seni dan budaya itu, katanya, terselenggara atas kerjasama KBRI Beijing, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, serta Garuda Indonesia. (*)