Seorang Anak Tewas Terseret Luapan Arus Sungai Tabalong

Banjarmasin (ANTARA News) - Seorang anak, Marni (7), murid SDN Jangkung, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan (Kalsel), tewas terseret luapan arus Sungai Tabalong saat bermain air tidak jauh dari rumahnya, Senin sekira pukul 07.00 WITA.

Marni awalnya mengikuti sang ibu yang mencuci baju dan mandi di batang pohon tidak jauh dari rumahnya.

Usai mandi dan mencuci, Marni bermain air di sekitar batang, hingga akhirnya menghilang dari pengawasan ibunya, dan Marni ternyata terjatuh dan terbawa arus Sungai Tabalong yang tengah meluap.

Kepala Dinas Sosial yang juga anggota Satuan Pelaksana (Satlak) di Kabupaten Tabalong, Birhasanie, mengatakan bahwa begitu pihaknya mendapatkan laporan ada anak yang terbawa arus sungai, maka pihaknya langsung menurunkan tim Pencari dan Penyelamat (Search and Rescue/SAR) yang dilengkapi berbagai peralatan, termasuk perahu karet.

Namun, ia menyatakan, belum sempat tim SAR melakukan pencarian, beberapa warga
telah menemukan jenazah Marni.

"Menurut penjelasan warga, saat itu Marni usai mandi berusaha mengejar ayam, kemudian terpeleset dan tercebur di batang, kemudian hanyut terseret arus anak sungai Jangkung," katanya.

Oleh karena Marni tidak bisa berenang, maka ia pun tewas setelah terombang-ambing terbawa arus sungai sekitar setengah jam.

Menurut beberapa warga, saat ini arus sungai cukup deras setelah beberapa hari hujan terus menerus mengguyur daerah tersebut, akibatnya warga agak kesulitan untuk melakukan pencarian terhadap tubuh Marni.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Tabalong, Tabranie, mengungkapkan bahwa terus naiknya debit air Sungai Tabalong yang melintasi sejumlah kecamatan mulai mengancam desa-desa yang letaknya paling rendah.

Menurut dia, arus sungai kini cukup deras dan debit air terus naik. Pada satu hari sebelumnya debit air baru setengah dari ketinggian sungai, namun kini sudah hampir penuh.

Dikhawatirkannya bila hari Senin ini kembali terjadi hujan, maka sungai Tabalong tidak mampu menampung luapan air sehingga banjir pun tidak bisa dihindari.

Bahkan, beberapa rumah di Desa Ujung Murung kini mulai tergenang air, dengan ketinggian air di pelataran rumah mencapai semeter lebih. (*)