Panglima TNI Baru Harus Konsisten Jaga Netralitas TNI

Bandarlampung (ANTARA News) - Mantan Kasum TNI, Suaidy Marasabessy, meminta Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso dan para kepala staf angkatan yang baru, konsisten menjalankan petunjuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menjaga netralitas TNI pada Pemilu 2009.

"Termasuk di dalamnya adalah menjaga netralitas para bawahannya yang acap kali ingin `bermain sendiri` dalam memanfaatkan Pemilu sebagai peluang berinvestasi dalam membangun karier di masa depan," katanya saat dihubungi dari Bandarlampung, Rabu.

Sehubungan Jenderal Djoko Santoso (Panglima TNI) dan Jenderal Agustadi Sasongko Purnomo (Kasad) memiliki latar belakang penugasan yang cukup lama di DPR, maka ia mengharapkan agar penugasan di legislatif itu memberikan pemahaman yang kuat tentang manfaat penjagaan secara utuh netralitas TNI.

Disebutkannya, UU No 34 tahun 2004 tentang TNI telah memberikan tuntunan yang sangat jelas tentang netralitas TNI, namun apakah pelaksana undang- undang itu mau dan mampu merealisasikannya atau tidak .

Dalam konteks itu, ia mengatakan ada tiga pihak yang perlu diamati, yakni otoritas negara, parpol dan TNI.

Menurut Suaidy , petunjuk Presiden kepada Panglima TNI untuk menjaga netralitas TNI dalam Pemilu 2009 merupakan langkah awal yang baik.

Ia mengingatkan bahwa faktor kekuasaan yang seringkali menggoda untuk digunakan secara berlebihan dan parpol yang selalu berebut kekuasaan, berpotensi menyeret TNI untuk kembali berpolitik praktis.

Menurut dia , pengalaman buruk di Pemilu lalu di mana banyak perwira terlibat dalam dukung mendukung kandidat tertentu tidak boleh terulang lagi.

"Kata kuncinya adalah bila TNI dapat kembali ke jati dirinya sebagai Tentara Rakyat, Tentara Nasional, Tentara Pejuang, Tentara Profesional. Sesuatu yang memang mudah diucapkan, tetapi relatif sulit diwujudkan," katanya.

"Tetapi itulah tantangan utama Panglima TNI dan Kasad yang baru, bila mereka berkeinginan untuk tercatat dalam sejarah peletak dasar profesionalitas TNI dalam era komtemporer pasca refornasi bangsa dan negara kita ini," katanya.

Setelah pada awal November lalu Laksamana Soemardjono diangkat sebagai Kasal, Presiden pada akhir Desember 2007 lalu melantik Jenderal Djoko Santoso sebagai Panglima TNI, Letnan Jenderal Agustadi Sasongko Purnomo sebagai Kasad dan Mardya Subandrio sebagai Kasau.

Djoko Santoso dan Marsdya Subandrio adalah lulusan Akmil 1975 dan AAU 1975, sementara Agustadi Sasongku Purnomo dan Laksamana Soemardjono adalah lulusan Akmil 1974 dan AAL 1974.(*)