Isu BBM Naik, Pengaruhi Harga Sembako

Yogyakarta (ANTARA News) - Isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mempengaruhi kenaikan harga sembako di pasar tradisional di kota Yogyakarta, khususnya minyak goreng curah dan beras.

Menurut pedagang di Pasar Demangan Yogyakarta, Sri Yohana, Kamis mengatakan kenaikan harga sejumlah sembako akibat barang dagangan itu cukup sulit diperoleh dan ditambah isu kenaikan harga BBM.

Minyak Goreng Sawit Curah semula harganya Rp.8.500/kg naik menjadi Rp.8.900/kg dan minyak goreng curah Barco semula Rp.10.800,-/kg naik menjadi Rp.11.600/kg.
Sedangkan beras jenis Cisadane dari Rp.5.200/kg menjadi Rp.5.900,-/kg,beras Delanggu dari Rp.5.300,-/kg naik menjadi Rp.5.500,-/kg.

Kenaikan harga sejumlah sembako tersebut omzet penjualan dagangannya menjadi turun.Misalnya,semula dalam sehari bisa menjual minyak goreng lima kaleng masing-masing isi 17 liter, kini hanya mampu menjual 2-3 kaleng,katanya.

Kasi Pengawasan Dinas Perindustian Perdagangan dan Kopeasi (Disperindagkop) Kota Yogyakarta, Imam Norwahid mengatakan kenaikan harga sejumlah Sembako di pasar tradisional di kota ini dinilai masih wajar yakini naik antara Rp.200-Rp500/kg.

Misalnya, di Pasar Kotagede, beras jenis Mentik Wangi harganya naik dari Rp.5.300,-/kg menjadi Rp5.500,-/kg, jenis C4 dari Rp.5000/kg naik menjadi Rp.5200/kg dan Cisadane semula Rp.5.200 menjadi Rp.5.400,-/kg.

di Pasar Beringharjo, Beras Jenis IR I semula Rp5000 menjadi Rp 5200/kg, IR II dari Rp.4800 naik menjadi Rp.5000/kg , Cisadane I Rp5000 menjadi Rp 5200/kg, Cisadane II Rp.4800 naik menjadi Rp5000/kg, Mentik Wangi I Rp.5500 naik jadi Rp. 5700/kg, Mentik wangi II Rp.5200 menjadi Rp5300/kg.(*)