Gelombang Tinggi Masih Terjadi di Berbagai Perairan Indonesia

Jakarta (ANTARA News) - Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) memperkirakan tinggi gelombang antara 2,5 - 3 meter, yang berbahaya bagi perahu nelayan, tongkang, dan feri masih akan terjadi di Laut Halmahera, Laut Maluku, Laut Seram, dan perairan sebelah utara Papua.

Sementara tinggi gelombang tiga hingga empat meter, yang berbahaya bagi semua jenis kapal, berpeluang terjadi di perairan barat daya Selat Sunda, perairan selatan Pulau Jawa, perairan selatan Pulau Bali hingga Nusa Tenggara Barat (NTB), dan timut Laut Sawu.

Gelombang yang tinggi itu juga diperkirakan bakal melanda Laut Timor, perairan Pontianak, Selat Karimata, perairan Kepulauan Riau hingga Bangka Belitung, Laut Jawa, Selat Makassar bagian selatan, perairan Sangihe Talaud, dan perairan selatan Pulau Rote.

BMG juga memperingatkan gelombang setinggi empat hingga enam meter yang sangat berbahaya bagi semua jenis kapal berpotensi terjadi di Laut Cina Selatan, Laut Natuna, Laut Banda, perairan Kai dan Tanimbar, Laut Arafuru, Laut Aru, dan perairan Merauke.

Prediksi gelombang tinggi air laut ini berlaku hingga Sabtu, 5 Januari 2008.

Sementara daerah yang berpotensi terkena imbas gelombang tinggi hingga Jumat (4/1), menurut BMG, antara lain perairan utara Aceh, perairan barat Aceh hingga Sumatera Barat, Selat Makassar bagian utara dan tengah, Laut Sulawesi - dengan tinggi gelombang sekitar 1,25-dua meter dan berbahaya bagi perahu nelayan.

Perairan barat Mentawai, perairan barat Bengkulu hingga Lampung, Selat Sunda, perairan selatan Banten, Laut Bali, Laut Flores, Laut Maluku, Laut Seram, dan perairan utara Papua akan mendapat tinggi gelombang hingga kisaran dua sampai tiga meter dan berbahaya bagi perahu nelayan serta tongkang.

BMG mengingatkan perairan selatan Jawa Barat hingga Jawa Timur, perairan selatan Bali hingga NTB, Laut Jawa, Selat Makassar bagian selatan, perairan selatan Sulawesi, perairan Sangihe Talaud, Laut Halmahera akan dilanda tinggi gelombang tiga hingga empat meter dan berbahaya bagi pelayaran perahu nelayan, tongkang, dan ferry.

Sedangkan gelombang yang tingginya lebih dari empat meter berpeluang terjadi di Laut Sawu, Laut Timor, Laut Natuna, perairan Kepulauan Riau hingga Bangka Belitung, Selat Karimata, Laut Banda, perairan Kepulauan Aru, Laut Arafuru, Perairan Merauke. Tinggi gelombang ini berbahaya bagi semua jenis kapal.(*)