Pemilih Jateng Toleran Atas Politik Uang

Semarang (ANTARA News) - Lembaga Survei Indonesia (LSI) mengungkapkan, sebagian besar pemilih di Jawa Tengah toleran, menganggap wajar, dan bisa menerima pemberian uang dari calon yang akan berlaga dalam Pemilihan Gubernur Jateng 2008.

Direktur LSI Saiful Mujani sebelum menghadiri pertemuan Bambang Sadono-Muhammad Adnan dengan kalangan media di Hotel Santika Premier Semarang, Selasa malam mengatakan, bila ada calon yang akan memberi uang, mereka akan menerimanya meskipun belum tentu mereka akan memilih orang yang memberi uang tersebut.

"Sekitar 56 persen responden menyatakan akan menerima pemberian uang. Jumlah ini amat besar sekaligus menjadi `warning` (peringatan) bagi calon yang mau bagi-bagi uang," katanya.

Menjadi peringatan, katanya, meskipun calon membagi-bagikan uang kepada pemilih namun hal itu tidak ada jaminan bahwa kandidat otomatis akan memperoleh dukungan dari orang yang diberi uang.

LSI pada tanggal 10-21 Maret 2008 melakukan survei terhadap 2.050 responden terpilih di 20 kabupaten/kota di Jateng, dengan "margin error" 2 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei tersebut juga mengungkapkan bahwa sebanyak 34 persen pemilih tidak tahu akan ada pemilihan gubernur secara langsung di Jateng atau hanya 66 persen pemilih yang sadar dan tahu akan ada Pilgub Jateng pada tanggal 22 Juni 2008.

"Ini menunjukkan sosialisasi pilgub belum sampai ke masyarakat luas dan membuktikan sosialisasi dari KPU, partai politik, dan calon masih kurang," katanya.

Mengenai isu utama yang harus ditangani gubernur terpilih, katanya, sebanyak 36 persen responden menyebutkan masalah pengangguran, biaya pendidikan yang tidak terjangkau, jalan rusak, biaya berobat yang tidak terjangkau, dan 4 persen responden menyebutkan masalah korupsi di pemerintahan.

Menurut survei LSI, sebanyak 45 persen pemilih tahu nama cagub Bambang Sadono yang diusung Partai Golkar, sedangkan Sukawi Sutarip dikenal 20 persen pemilih, Muhammad Tamzil (22), Bibit Waluyo (15), dan Ali Mufiz (Gubernur Jateng sekarang) sekitar 13 persen.

Dari temuan survei di lapangan tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar pemilih belum tahu nama-nama cagub.

Karena itu, menurut Saiful, meskipun Bambang lebih populer dan sementara itu mendapat dukungan paling besar, peluang calon lain masih terbuka mengingat banyak pemilih yang belum menentukan pilihannya dan juga belum tahu akan ada pilgub.

"Mayoritas masyarakat Jateng belum tahu calon gubernur. Tidak ada calon yang dikenal lebih dari 50 persen responden," katanya.(*)