DPR segera bentuk GKSB Parlemen Indonesia-Bahrain

Kamis, 14 Maret 2013 19:21 WIB | 2.811 Views
Pramono Anung (ANTARA/Rosa Panggabean)
Kami akan segera membentuk GKSB antara parlemen Indonesia dengan Bahrain. Dengan adanya GKSB itu, kami mengharapkan nantinya hubungan kedua negara akan semakin erat dan akrab,"
Jakarta (ANTARA News) - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyatakan akan segera membentuk Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) antara parlemen Indonesia dan Bahrain guna meningkatkan kualitas hubungan kerja sama antarkedua negara di berbagai bidang.

"Kami akan segera membentuk GKSB antara parlemen Indonesia dengan Bahrain. Dengan adanya GKSB itu, kami mengharapkan nantinya hubungan kedua negara akan semakin erat dan akrab," kata Wakil Ketua DPR Pramono Anung seusai menerima delegasi Parlemen Bahrain Abdulrahman Rashid Bumjaid di Gedung Nusantara III MPR/DPR di Jakarta, Kamis.

Pramomo menyebutkan bahwa ada usulan dari pihak Parlemen Bahrain mengenai peningkatan kerja sama antara Gulf Cooperation Council (GCC), yakni suatu perserikatan politik dan ekonomi negara-negara Timur Tengah, dengan kawasan ASEAN.

Menanggapi hal tersebut, dia mengatakan, kerja sama antara GCC dan ASEAN dapat direalisasikan karena kawasan ASEAN pada dasarnya memiliki kedekatan secara emosional dengan kawasan Timur Tengah.

"Bentuk kerja sama ini bisa dimulai antarparlemen maupun dari program pertukaran pelajar atau mahasiswa antarnegara,"ujarnya.

Dia berpendapat, Bahrain memiliki kualitas pendidikan yang bagus dan setara dengan negara-negara lain di kawasan Timur Tengah.

Pramono menambahkan, kerja sama antara parlemen Indonesia dengan parlemen Bahrain sebenarnya sudah berjalan sejak lama, khususnya dalam sidang-sidang Inter-Parliamentary Union (IPU) dan dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI).

"Kami sudah sering bertukar pikiran dan berdiskusi untuk mempererat hubungan kedua negara," katanya.

Pada kesempatan itu, politisi PDIP itu juga menyatakan harapan agar Parlemen Bahrain dapat memberikan perlindungan dan kesempatan bekerja bagi rakyat Indonesia yang berada di Bahrain.

"TKI (Tenaga Kerja Indonesia,red) mengalami peningkatan luar biasa bahkan terdapat sekitar 300 ribu orang di negara Bahrain," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala delegasi komite urusan luar negeri parlemen Bahrain, Abdulrahman Rashid Bumjaid mengatakan, kunjungan parlemen Bahrain ke indonesia bertujuan mempererat hubungan antarparlemen serta menjembatani kerja sama diberbagai aspek. "Kami berharap juga ada lembaga atau parlemen yang fokus untuk bekerjasama dengan Bahrain," kata Abdulrahman.

Pada kesempatan itu, Abdulrahman juga mengundang para pimpinan DPR agar dapat berkunjung ke Bahrain untuk membicarakan persoalan strategis terkait peningkatan kerjasama di bidang politik, ekonomi, dan sosial.(*)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2013

Berita Terkait
Komentar
Komisi I DPR panggil operator telekomunikasi terkait interkoneksi
24 Agustus 2016 22:03
Komisi I DPR akan memanggil para operator telekomunikasi untuk mendengarkan pandangan terkait kebijakan penurunan tarif interkoneksi (antar operator) yang rencananya akan diberlakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika mulai 1 September 2016.
Read More
Ketua DPR janji tak akan potong anggaran olahraga
23 Agustus 2016 17:51
Ketua DPR RI Ade Komarudin (Akom) mengapresiasi prestasi para atlet Indonesia yang berlaga di Olimpiade Rio 2016.
Read More
Reni Marlinawati gerah atas kekerasan terhadap guru
12 Agustus 2016 09:19
Ketua Fraksi PPP DPR Reni Marlinawati menyatakan, pihaknya prihatin terhadap peristiwa kekerasan oleh orang tua murid terhadap seorang guru SMK 2 di Makassar, Sulawesi Selatan. "Kami menyampaikan rasa prihatin atas peristiwa kekerasan yang menimpa Bapak Dasrul, guru di SMK 2 Makassar," ...
Read More
COPYRIGHT 2016 | ANTARANEWS.COM