HOME / AKTIFITAS PIMPINAN DPR

DPR segera bentuk GKSB Parlemen Indonesia-Bahrain

Kamis, 14 Maret 2013 19:21 WIB | 3.602 Views
Pramono Anung (ANTARA/Rosa Panggabean)
Kami akan segera membentuk GKSB antara parlemen Indonesia dengan Bahrain. Dengan adanya GKSB itu, kami mengharapkan nantinya hubungan kedua negara akan semakin erat dan akrab,"
Jakarta (ANTARA News) - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyatakan akan segera membentuk Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) antara parlemen Indonesia dan Bahrain guna meningkatkan kualitas hubungan kerja sama antarkedua negara di berbagai bidang.

"Kami akan segera membentuk GKSB antara parlemen Indonesia dengan Bahrain. Dengan adanya GKSB itu, kami mengharapkan nantinya hubungan kedua negara akan semakin erat dan akrab," kata Wakil Ketua DPR Pramono Anung seusai menerima delegasi Parlemen Bahrain Abdulrahman Rashid Bumjaid di Gedung Nusantara III MPR/DPR di Jakarta, Kamis.

Pramomo menyebutkan bahwa ada usulan dari pihak Parlemen Bahrain mengenai peningkatan kerja sama antara Gulf Cooperation Council (GCC), yakni suatu perserikatan politik dan ekonomi negara-negara Timur Tengah, dengan kawasan ASEAN.

Menanggapi hal tersebut, dia mengatakan, kerja sama antara GCC dan ASEAN dapat direalisasikan karena kawasan ASEAN pada dasarnya memiliki kedekatan secara emosional dengan kawasan Timur Tengah.

"Bentuk kerja sama ini bisa dimulai antarparlemen maupun dari program pertukaran pelajar atau mahasiswa antarnegara,"ujarnya.

Dia berpendapat, Bahrain memiliki kualitas pendidikan yang bagus dan setara dengan negara-negara lain di kawasan Timur Tengah.

Pramono menambahkan, kerja sama antara parlemen Indonesia dengan parlemen Bahrain sebenarnya sudah berjalan sejak lama, khususnya dalam sidang-sidang Inter-Parliamentary Union (IPU) dan dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI).

"Kami sudah sering bertukar pikiran dan berdiskusi untuk mempererat hubungan kedua negara," katanya.

Pada kesempatan itu, politisi PDIP itu juga menyatakan harapan agar Parlemen Bahrain dapat memberikan perlindungan dan kesempatan bekerja bagi rakyat Indonesia yang berada di Bahrain.

"TKI (Tenaga Kerja Indonesia,red) mengalami peningkatan luar biasa bahkan terdapat sekitar 300 ribu orang di negara Bahrain," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala delegasi komite urusan luar negeri parlemen Bahrain, Abdulrahman Rashid Bumjaid mengatakan, kunjungan parlemen Bahrain ke indonesia bertujuan mempererat hubungan antarparlemen serta menjembatani kerja sama diberbagai aspek. "Kami berharap juga ada lembaga atau parlemen yang fokus untuk bekerjasama dengan Bahrain," kata Abdulrahman.

Pada kesempatan itu, Abdulrahman juga mengundang para pimpinan DPR agar dapat berkunjung ke Bahrain untuk membicarakan persoalan strategis terkait peningkatan kerjasama di bidang politik, ekonomi, dan sosial.(*)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2013

Berita Terkait
Komentar
Anggota pansus hak angket KPK pertanyakan ketidakhadiran Miryam
19 Juni 2017 15:31
Sejumlah anggota Panitia Khusus hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) DPR RI mempertanyakan ketidakhadiran Miryam S Haryani dalam rapat Senin siang, padahal sudah dilayangkan surat pemanggilan yang ditandatangani oleh pimpinan DPR RI dan pimpinan Pansus.
Read More
Ketua DPR puji pemerintah dalam pengelolaan mudik Lebaran 2017
22 Juni 2017 15:36
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR) Setya Novanto memuji pengelolaan mudik Lebaran tahun 2017 yang dilakukan oleh pemerintah.
Read More
Anggota DPR dukung pembenahan media "online"
10 Januari 2017 21:29
Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almarsyhari mendukung upaya Dewan Pers melakukan pembenahan situas media "online" melalui verifikasi maupun uji kompetensi terhadap wartawan Indonesia.
Read More
COPYRIGHT 2017 | ANTARANEWS.COM