Surabaya (ANTARA News) - Hasil penghitungan cepat Lembaga Survei Indonesia (LSI), pasangan Khofifah - Mudjiono (Ka-Ji) meraih 50.55 persen suara, sedangkan pasangan Soekarwo - Saifullah Yusuf (Karsa) meraih 49.45 persen.
Peneliti LSI, M Adnan Kamil mengemukakan hal itu dalam jumpa pers hasil Pilgub Jatim putaran kedua di Hotel Mercure Surabaya, Selasa.
Adnan mengatakan, hasil penghitungan cepat tersebut berdasarkan perolehan suara dari 397 TPS dari total 400 TPS yang disurvei, sedangkan tiga TPS yang belum masuk berasal dari Ponorogo, Pacitan dan Tulungagung.
Berdasarkan survei tersebut, untuk daerah pendalungan antara Pasuruan hingga Banyuwangi pasangan Ka-Ji meraih 49.15 persen suara dan pasangan Karsa 50.85 persen, untuk daerah arek meliputi Surabaya - Mojokerto - Sidoarjo dan Malang, pasangan Ka-Ji meraih 52.52 persen dan pasangan Karsa 47.45 persen.
Di Madura, pasangan Karsa unggulan dengan 56.03 persen, sedangkan pasangan Ka-Ji 43.07 persen. Di daerah Pantura diantaranya Gresik - Lamongan - Bojonegoro, pasangan Ka-Ji meraih 58.73 persen dan Karsa 41.27 persen, sedangkan di daerah Mataraman seperti Madiun dan Ngawi pasangan Karsa meraih 50.79 persen suara dan Ka-Ji 49.21 persen.
"Dibandingkan putaran pertama angka partisipasi turun enam persen menjadi 54.45 persen, sedangkan angka golput 45.55 persen," katanya.
Berdasarkan hasil tersebut, ujar dia, LSI belum bisa memutuskan pasangan yang unggul dalam Pilgub Jatim putaran kedua karena selisihnya terlalu tipis. "Kemungkinan Karsa menang juga ada, keputusan final di KPU Provinsi Jatim," katanya.
(*)
Pilkada Jatim, Khofifah Unggul dengan 50.55 Persen
COPYRIGHT © 2008
Ikuti berita terkini di handphone anda http://m.antaranews.com
Simpan dan akses berita ini dari HP anda dengan kode QR dibawah ini.
- Kapolres: Kerusuhan Buol Lukai 19 Brimob
- Ahmadinejad Nyatakan Zionis Tak Akan Bisa Serang Iran
- Mahasiswa UMY Produksi Film "Arema, Agama Kedua"
- Ahmadinejad: Rakyat Timur Tengah Mampu Singkirkan Israel
- "Eksperimen Rahasia" Charles Darwin
- Katak Seukuran Kacang Ditemukan di Kalimantan
- FPI Komentari Kapolri Soal Pembekuan Ormas

















