Kamis pagi, tidak tampak sosialisasi ganjil-genap di Jalan Pramuka

Kamis pagi, tidak tampak sosialisasi ganjil-genap di Jalan Pramuka

Sejumlah polisi dari Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melakukan operasi penertiban pengendara di jalur cepat Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Kamis (8/8/2019). ANTARA/Andi Firdaus/am.

Jakarta (ANTARA) -
Petugas sosialisasi rekayasa lalu lintas plat nomor mobil ganjil-genap tidak tampak menggelar kegiatan di Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Kamis pagi.
 
"Pagi ini belum ada kegiatan sosialisasi (ganjil-genap) secara langsung di lapangan. Kita masih menunggu informasi dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta," kata petugas Kepolisian dari Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Iptu Mudji di Jakarta.
 
Adanya Polantas di sekitar Underpass Pramuka, Jakarta Timur, sejak pukul 06.30 WIB tidak terkait dengan kegiatan sosialisasi plat nomor ganjil-genap.
 
Mudji bersama sejumlah personel Polantas melakukan operasi penertiban pengendara di sekitar Underpass Jalan Pramuka yang berbatasan dengan wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Pusat.
 
Menurut Mudji, kegiatan itu merupakan agenda rutin Kepolisian dalam rangka menertibkan oknum pengendara sepeda motor yang melintas di jalur cepat melalui underpass.

Baca juga: DPRD sebut ERP solusi permanen dibanding ganjil genap
Baca juga: DPRD ragukan efektivitas perluasan ganjil-genap untuk tekan polusi
Baca juga: Dishub DKI Jakarta sediakan angkutan umum di kawasan ganjil genap

Puluhan pengendara motor dihentikan oleh petugas karena memanfaatkan jalur cepat kendaraan roda empat atau lebih untuk menghindari kemacetan di sekitar underpass dekat perlintasan kereta api.
 
Tidak sedikit pula oknum pengendara sepeda motor yang ditilang karena melanggar rambu larangan melintas atau mereka yang tidak memiliki kelengkapan surat izin.
 
Mudji menginformasikan penertiban plat nomor ganjil-genap akan bergulir setelah Idul Adha 2019 di wilayah hukum setempat.
 
Petugas terkait belum tampak memasang spanduk ataupun papan informasi terkait agenda sosialisasi ganjil-genap di Jalan Pramuka yang sebelumnya diputuskan berlangsung mulai 7 Agustus hingga 8 September 2019.
 
"Jalan Pramuka ini memang menjadi salah satu ruas jalan yang akan diterapkan ganjil-genap. Kabarnya baru berjalan setelah Lebaran Idul Adha nanti," katanya.

Baca juga: Pengamat sebut aturan ganjil-genap tidak adil
Baca juga: Motor dipastikan tidak kena ganjil-genap, ini daftar selengkapnya
Baca juga: Tanggapan pengendara mobil soal perluasan ganjil genap
 
Sementara itu, sejumlah pengendara mengira kegiatan operasi kepolisian berkaitan dengan penertiban plat nomor ganjil yang melintas di Jalan Pramuka pada tanggal genap hari ini.
 
"Saya kira sudah langsung diterapkan aturannya. Saya sempat kaget. Rupanya hanya operasi rutin," kata Ricky Surya (34), pengendara plat nomor ganjil di lokasi.
 
Warga Kota Bekasi, Jawa Barat, itu mengaku baru mengetahui sosialisasi ganjil-genap melalui akun media sosial.
 
"Saya taunya dari medsos Instagram. Itu pun masih sosialisasi katanya, jadi saya berani pakai mobil ini di Jalan Pramuka," kata Ricky yang diperbolehkan melintas oleh polisi di Jalan Pramuka.
 
Sebanyak 16 ruas jalan yang akan diberlakukan perluasan ganjil-genap, yakni Jalan Pintu Besar Selatan, Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Majapahit, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Panglima Polim dan Jalan Fatmawati (mulai simpang Jalan Ketimun 1 sampai dengan simpang Jalan TB Simatupang).

Selanjutnya, Jalan Suryopranoto, Jalan Balikpapan, Jalan Kyai Caringin, Jalan Tomang Raya, Jalan Pramuka, Jalan Salemba Raya, Jalan Kramat Raya, Jalan Senen Raya dan Jalan Gunung Sahari.

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Perluasan ganjil genap, kualitas udara membaik

Komentar