counter

Presiden: "ASEAN Outlook on Pacific" jawab dinamika kawasan

Presiden: "ASEAN Outlook on Pacific" jawab dinamika kawasan

Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat acara peresmian gedung baru Sekretariat ASEAN di Jakarta pada Kamis (8/8/2019). (Bayu Prasetyo)

Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo mengatakan ASEAN Outlook on Pacific menjadi pegangan dan sikap ASEAN dalam menghadapi situasi politik, keamanan dan ekonomi di kawasan Indo Pasifik.

"Pada Juni 2019, para pemimpin ASEAN telah mengadopsi ASEAN Outlook on Pacific. Outlook ini merupakan sebuah pegangan dan sikap ASEAN yang menjawab dinamika di kawasan Indo-Pasifik," kata Presiden dalam sambutannya saat acara peresmian gedung baru ASEAN di Jakarta pada Kamis.

Menurut Presiden, salah satu dinamika yakni meningkatkan kompetisi antara negara-negara besar dan ketidakpercayaan satu dengan lainnya.

Selain itu, pelemahan multilateralisme serta kerap terjadinya pelanggaran hukum-hukum internasional juga menjadi isu yang dihadapi di kawasan.

Baca juga: Presiden: Persatuan jadi kunci utama ASEAN

Baca juga: Thailand berterimakasih kepada Indonesia untuk gedung baru ASEAN

Baca juga: Presiden pantau dekat pembangunan gedung baru ASEAN


Outlook ASEAN on Pacific tersebut diharapkan membangun momentum memperkuat strategi dan kerja sama diantara negara-negara ASEAN dengan kawasan yang saling menguntungkan.

"Kita ingin ASEAN terus berperan dalam menyebarkan nilai-nilai dialog dan kerjasama. ASEAN harus menjadi magnet bagi pengembangan kerjasama dan dialog," kata Presiden.

Sejumlah tantangan yang dihadapi ASEAN begitu majemuk, antara lain sisi ekonomi, sisi sosial politik, sektor pertahanan dan keamanan, hingga keberagaman agama dan etnis.

Selain itu, untuk dapat memainkan peran sentral kedepan, ASEAN menurut Jokowi, harus terus mengedepankan persatuan.

Kekokohan persatuan ASEAN, jelas Presiden, membuat ASEAN terus mempertahankan sentralitas selama 52 tahun.

Pewarta: Bayu Prasetyo
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden Jokowi targetkan PDB 7 Triliun dan masuk 5 besar ekonomi dunia

Komentar