PBB apresiasi upaya Indonesia bangun jaringan kemanusiaan di kawasan

PBB apresiasi upaya Indonesia bangun jaringan kemanusiaan di kawasan

Kepala Operasi UNOCHA untuk Wilayah Asia-Pasifik, Muktar Ali Farah, saat ditemui di sela-sela pertemuan "Regional Conference on Humanitarian Assistance: Enhancing the Capacity of Humanitarian Actions in South-East Asia" di Jakarta, Kamis (8/8/2019). (ANTARA/Genta Tenri Mawangi)

Jakarta (ANTARA) - Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UNOCHA) mengapresiasi upaya pemerintah Indonesia membangun jaringan bantuan kemanusiaan dengan negara-negara di wilayah Asia Tenggara melalui penyelenggaraan forum antarpemerintah dan lembaga nonpemerintah di Jakarta pada 8-9 Agustus.

Menurut Kepala Operasi UNOCHA untuk Wilayah Asia-Pasifik, Muktar Ali Farah, pemerintah Indonesia telah memainkan peran penting dengan mendorong negara-negara di kawasan agar lebih cepat merespon bencana alam dan konflik kemanusiaan.

"Terbuka terhadap masukan dan pengalaman dari pihak lain merupakan salah satu cara yang penting dilakukan guna meningkatkan kapasitas merespon bencana kemanusiaan. Lewat pertemuan ini, tujuan itu dapat diupayakan terwujud," kata Muktar saat ditemui di sela-sela forum, Kamis.

Muktar pun berharap forum "Regional Conference on Humanitarian Assistance: Enhancing the Capacity of Humanitarian Actions in South-East Asia" yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri Indonesia dapat menciptakan standar penyaluran bantuan kemanusiaan yang disepakati dan diikuti negara-negara di Asia Tenggara.

"Penting untuk memiliki kesamaan standar penyaluran bantuan kemanusiaan di tingkat kawasan mengingat wilayah Asia Tenggara cukup rentan terhadap ancaman bencana alam akibat pemanasan global dan dampak perubahan iklim," ujar dia.

Dalam kesempatan berbeda, Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia Abdurrahman Mohammad Fachir mengatakan pertemuan selama dua hari itu tidak hanya bertujuan membangun standar baku penyaluran bantuan kemanusiaan di tingkat kawasan, tetapi juga menguatkan jaringan antarpemangku kepentingan.

Pertemuan yang diselenggarakan selama dua hari itu diikuti oleh perwakilan pemerintah dan lembaga non-pemerintah dari 18 negara, yakni Australia, Brunei Darussalam, China, Filipina, India, Indonesia, Jepang, Kamboja, Korea Selatan, Laos, Malaysia, Myanmar, Papua Nugini, Selandia Baru, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam.

Baca juga: Indonesia berbagi pengalaman salurkan bantuan kemanusiaan di Gaza

Baca juga: Indonesia dorong pembentukan standar bantuan kemanusiaan di kawasan

Baca juga: Indonesia ajak negara kawasan bangun jaringan bantuan kemanusian

Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pangdam XIV/Hasanuddin lepas 400 personel pasukan perdamaian PBB 

Komentar