Info Haji

Calhaj Embarkasi Batam yang meninggal di Tanah Suci tujuh orang

Calhaj Embarkasi Batam yang meninggal di Tanah Suci tujuh orang

Jamaah Calon Haji Embarkasi Batam menunggu waktu pemberangkatan ke Tanah Suci beberapa waktu lalu. ANTARA/Handout PPIH Hang Nadim Batam/aa.

Jaslinar Abdul Latip Bin Abdul Samad, calon haji asal Jambi yang tergabung dalam kelompok terbang 27 adalah calon haji paling baru yang meninggal di RS King Faishal
Batam (ANTARA) - Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Hang Nadim Batam Kepulauan Riau mencatat, hingga kini sudah tujuh orang calon haji yang meninggal di Tanah Suci selama musim haji 2019.

Kepala Bidang Humas dan Informasi PPIH Embarkasi Hang Nadim Batam, Syahbudi, Kamis, di Batam mengatakan, data terakhir, jumlah jamaah yang meninggal bertambah menjadi tujuh orang.

Jaslinar Abdul Latip Bin Abdul Samad, calon haji asal Jambi yang tergabung dalam kelompok terbang 27 adalah calon haji paling baru yang meninggal di RS King Faishal.

"Meninggal pada 6 Agustus 2019 sekitar pukul 07.46 waktu Arab Saudi dengan diagnosa Acute Myocardinal Infraction," katanya.

Sementara enam calon haji yang meninggal lainnya yaitu Sugiati binti Saliman Karyo (55) asal Kabupaten Indragiri Hulu dari Kloter 6, meninggal di RSAS Mekkah, Minggu, 4 Agustus 2019.

Satari Saroji Sangid bin Saroji asal Kabupaten Sintang Kalimantan Bartat yang tergabung dalam kloter 16 BTH meninggal di KKHI Mekah, Jumat (2/8).

Kemudian Poniman bin Mat Rahum Afdullah (61) asal Kabupaten Karimun Kepri yang tergabung dalam kloter 17 meninggal di Rumah Sakit King Faishal pada Kamis (1/8).

Muslimin Musthofa asal Talang Bakung Jambi, yang tergabung dalam kloter 21 meninggal di RS King Faishal pada Rabu (31/7), Khairil Abbas bin Salim asal Pekanbaru Riau dan Subli bin Muhammad asal Indragiri Hilir Riau.

Selain itu, PPIH juga mencatat seorang calon haji asal Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi, Yarisman Panuah Latik meninggal dalam perjalanan dari daerah asal ke Embarkasi Haji Antara (EHA) Jambi, sebelum diberangkatkan ke Bandara Hang Nadim Batam.

Sementara itu, Kepala Daerah Kerja Mekkah PPIH 2019, Subhan Cholid mengatakan jamaah calon haji yang meninggal selama pelaksanaan ibadah haji akan mendapatkan santunan dan perlindungan asuransi hingga Rp125 juta.

"Beberapa ketentuan, di antaranya jamaah wafat sejak ke luar rumah sehingga sebelum tiba di rumahnya kembali. Kemudian jamaah mengalami kecelakaan hingga wafat atau cacat tubuh," kata dia.

Pada musim haji tahun ini, Embarkasi Hang Nadim Batam memberangkatkan sekitar 12.860 calon haji dari Riau, Kepri, Kalbar dan Jambi yang terbagi dalam 29 kloter.

Baca juga: Berstatus risiko tinggi 369 calon haji Kloter 25 Batam

Baca juga: Jamaah kloter 04 embarkasi Batam bersiap menuju Armuzna

Baca juga: 5 Calhaj Embarkasi Batam meninggal

Pewarta: Yuniati Jannatun Naim
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar