Laporan dari Tanah Suci

Keluarga Mbah Moen berterima kasih kepada Indonesia dan Arab Saudi

Keluarga Mbah Moen berterima kasih kepada Indonesia dan Arab Saudi

Anak Mbah Moen, Taj Yasin, saat memberi keterangan kepada sejumlah media terkait ungkapan terimakasih tas perhatian kepada almarhum Kiyai Maimun Zubair, Mekkah (8/8/2019). ANTARA/Hanni Sofia/aa.

Masyarakat melakukan salat ghaib, tahlilan, baca Yasin. Ini menunjukkan bahwa Kiai Maimoen memiliki kecintaan besar. Saya hanya bisa sampaikan terima kasih,
Mekkah (ANTARA) - Putra KH Maimoen Zubair, Taj Yasin Maimoen, mewakili keluarga besarnya menyatakan rasa terima kasih mendalam kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia sekaligus Pemerintah Arab Saudi yang telah memberikan perhatian besar terhadap ayahnya.

“Saya sebagai keluarga sampaikan terima kasih ke NU, ke masyarakat Indonesia, masyarakat Saudi, pemerintah Indonesia, yang perhatian terhadap kita semua,” kata dia di Jarwal, Mekkah, Kamis.

Ia menambahkan pada saat kejadian berpulangnya Mbah Moen, ia ditelepon langsung oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi dan Mensesneg Pratikno.

Taj Yasin yang akrab disapa Gus Yasin itu juga mengaku terharu dengan begitu besar perhatian masyarakat Indonesia.

“Masyarakat melakukan salat ghaib, tahlilan, baca Yasin. Ini menunjukkan bahwa Kiai Maimoen memiliki kecintaan besar. Saya hanya bisa sampaikan terima kasih,” lanjutnya.

Ia bersama 7 saudaranya yang lain diantaranya Kiai Majid Kamil, Gus Rouf, dan Gus Anam berangkat ke Arab Saudi pada 7 Agustus 2019 melalui privilege penerbitan visa dari Kedutaan Besar Arab Saudi.

Baca juga: Arab Saudi terbitkan hak imun masuk Mekkah untuk 8 anak Mbah Moen

Gus Yasin mengatakan kepulangan Mbah Moen sangat memukul keluarga besarnya, namun dalam beberapa waktu terakhir Mbah Moen selalu minta doa kepada siapapun agar husnul khotimah.

Keinginannya untuk meninggal di Mekkah juga sangat kuat sehingga keluarga tidak keberatan Mbah Moen dimakamkan di Mekkah.

“Beliau titip pesan pentingnya NKRI, pentingnya kesatuan dan persatuan republik ini. Beliau sangat mendukung bahwa orang Indonesia bangga memiliki Presiden Pak Jokowi, bangga memiliki putra Indonesia Pak Prabowo. Bangga juga dengan penerus Bung Karno, Megawati. Maka beliau selalu bilang PBNU NU perekat persatuan. Cara membesarkan PBNU harus nasional. Artinya PBNU harus pada traknya. Mengembalikan dan merawat NU dengan merangkul semua elemen,” jelasnya.

Baca juga: Dubes RI untuk Arab Saudi akui tersinggung soal doa di makam Mbah Moen

Ia mengatakan ketika sampai di Mekkah malam hari langsung beribadah umrah dan sowan ke makam Mbah Moen bersama rombongan.

“Kondisi ibu Alhamdulillah sehat. Menerima kuat. Apalagi ada putra-putri yg mendampingi beliau. Sehingga melanjutkan ibadah haji. Pulangnya insyallah sesuai rencana,” tambahnya.

Taj Yasin hadir dalam acara Silaturahmi NU se-Dunia ke-18 yang digelar di di Jarwal, Mekkah.

Baca juga: Pertemuan NU sedunia di Mekkah doakan Mbah Moen

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Penghina mendiang Mbah Moen, dilaporkan ke polisi

Komentar