KKP ajak pelaku usaha sektor perikanan manfaatkan data riset

KKP ajak pelaku usaha sektor perikanan manfaatkan data riset

Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM) KKP Sjarief Widjaja. (Dokumentasi Kementerian Kelautan dan Perikanan)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM) mengajak berbagai pemangku kepentingan termasuk pelaku usaha perikanan untuk memanfaatkan data Balai Riset Observasi Laut (BROL) melalui Sistem Prediksi Informasi Kelautan (Sidik).

"Hasil riset dan inovasi BRSDM harus dapat dimanfaatkan, baik untuk stakeholder maupun masyarakat," kata Kepala BRSDM KKP Sjarief Widjaja dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Menurut Sjarief, dalam rangka memberikan pelayan pada masyarakat, butuh masukan agar data yang dimiliki BROL sempurna, serta data yang disajikan sudah tepat dengan kebutuhan pengguna.

Di samping itu, ujar dia, pihaknya juga mendorong BROL untuk meningkatkan data dan pengguna Sidik dengan melakukan roadshow ke berbagai instansi.

Sementara itu, Kepala BROL I Nyoman Radiarta menyampaikan bahwa respons balik terhadap penggunaan data dan informasi hasil riset BROL oleh stakeholders atau pengguna data menjadi ide pokok dalam pengembangannya di kemudian hari.

"Kebutuhan akan hal tersebut juga memiliki peluang terjalinnya kerja sama yang komprehensif. Selain sebagai penjabaran wawasan ilmiah bagi kontribusi antar pihak, kerja sama di bidang riset kelautan dan perikanan sangat diperlukan untuk menciptakan kebijakan terhadap pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan yang lebih baik," katanya.

KKP juga terus mendorong industri kecil di sektor kelautan dan perikanan, termasuk koperasi perikanan di berbagai daerah, dalam rangka meningkatkan daya saing perekonomian nasional.

"Industri bukan hanya industri besar tapi mayoritas masyarakat indonesia itu industri skala kecil juga harus dibangun supaya mereka punya daya saing," kata Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) KKP Sjarief Widjaja.

Menurut Sjarief, merupakan tugas berbagai pihak secara bersama-sama guna mengangkat UMKM agar mampu memenuhi standar sertifikasi.

Hal tersebut, lanjutnya, penting antara lain agar UMKM kelautan dan perikanan dapat melakukan ekspor serta melibatkan industri seperti Kamar Dagang Indonesia (Kadin) untuk dapat menyesuaikan pasokan dan permintaan di Tanah Air.

Baca juga: KKP kerja sama IPB tingkatkan pendidikan dan riset
Baca juga: Industri perikanan diajak memanfaatkan hasil riset KKP

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

ICW paparkan kejanggalan kebijakan ekspor benih lobster

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar