counter

Ratusan kelompok remaja meriahkan pawai takbir di Kabupaten Bangka

Ratusan kelompok remaja meriahkan pawai takbir di Kabupaten Bangka

Bupati Bangka Mulkan, lepas pawai takbir (Babelantaranews.com)

Semua perserta yang mengendarai kendaraan harus mematuhi aturan berlalu lintas, jangan kebut kebutan dan harus memakai helm bagi pengguna kendaraan roda dua
Sungailiat, Bangka (ANTARA) - Ratusan kelompok remaja muslim dari sejumlah masjid di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, ikut memeriahan pawai takbir perayaan Idul Adha 1440 Hijriah.

Bupati Bangka Mulkan saat melepas peserta pawai takbir perayaan Idul Adha 1440 H, di Sungailiat, Sabtu (10/8) malam meminta seluruh peserta dapat menjaga ketertiban sehingga berjalan dengan lancar dan aman.
 
Bupati Bangka Mulkan, lepas pawai takbir (Babelantaranews.com)


"Semua perserta yang mengendarai kendaraan harus mematuhi aturan berlalu lintas, jangan kebut kebutan dan harus memakai helm bagi pengguna kendaraan roda dua," jelasnya.

Menurut dia, perayaan Idul Adha 1440 H, harus dimaknai dengan semangat saling maaf memafaatkan.

Selain peserta pawai takbir diikuti oleh kelompok remaja masjid, peserta juga diikuti oleh kelompok masyarakat umum, organisasi dan instansi pemerintah.

Peserta akan keliling Kota Sungailiat dengan rute yang sudah ditetapkan dengan jarak tempuh lebih dari 10 kilometer, star dan finis di depan masjid Agung Sungailiat.

Sementara Kapolres Bangka AKBP M.Budi Ariyanto melalui Kabag Ops AKP Faisal mengatakan, sebanyak 150 personel polisi dikerahkan untuk mengamankan kegiatan pawai takbir perayaan Idul Adha 1440 H tersebut.

"Kami menerjunkan 150 personel polisi mengamankan pawai takbir di bantu 50 personel pengaman dari instansi pemerintah," katanya menjelaskan.

Diminta seluruh peserta pawai takbir, untuk mematuhi aturan tertib berlalu lintas seperti memakai helm standar bagi pengguna sepeda motor dan hindari saling kebut-kebutan. 

Baca juga: Batam gelar lomba Pawai Takbir berhadiah Rp36 juta

Pewarta: Kasmono
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar