counter

Khotib: Bencana asap di Riau harus disikapi introspeksi

Khotib: Bencana asap di Riau harus disikapi introspeksi

Warga sedang mendengarkan ceramah Ustadz Zulhendri Rais LC MA di pelataran Masjid An Nur Pekanbaru, Ahad (11/8). (Foto Antarariau/Riski Maruto/19)

Mari berdoa mohon hujan dan lindungi kami Ya Allah. Karena mungkin maksiat yang membuat negeri kami seperti ini,
Pekanbaru (ANTARA) - Khotib Sholat Idul Adha di Masjid An Nur Kota Pekanbaru, Zulhendri Rais LC MA mengatakan bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau harus disikapi dengan introspeksi.

"Mungkin ini kelalaian kita kepada Allah. Mari kita perbanyak doa kepadaNya," katanya di hadapan ribuan jamaah salat Idul Adha di Pekanbaru, Minggu.

Asap yang menyelimuti sebagian besar wilayah di Provinsi Riau disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah seperti Kabupaten Siak, Kota Pekanbaru, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kepulauan Meranti dan Kabupaten Kampar.

Baca juga: Kota Pekanbaru berselimut asap Karhutla pada perayaan Idul Adha

Menurutnya, asap yang menimbulkan sesak nafas bagi balita dan anak-anak tersebut adalah ujian dari Allah SWT.

"Mari berdoa mohon hujan dan lindungi kami Ya Allah. Karena mungkin maksiat yang membuat negeri kami seperti ini," ujar penceramah lulusan perguruan tinggi di Mesir ini.

Baca juga: Warga Pekanbaru shalat Idul Adha di tengah asap di Masjid Raya Annur

Sebelumnya Gubernur Riau, Syamsuar yang turut hadir dalam Sholat Id tersebut juga mengimbau kepada segenap kepala daerah di wilayahnya untuk menggelar ibadah sholat minta hujan untuk mengurangi jumlah asap.

Dia mengatakan, sesuai informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim kemarau di wilayah Riau diprakirakan akan terjadi sampai Oktober 2019.

"Ini artinya kita masih akan menghadapi situasi seperti ini (langit berasap)," tambahnya.

Sementara itu sebagian besar jamaah yang mengikuti sholat Id di masjid terbesar di Kota Pekanbaru itu mengenakan masker penutup hidung dan mulut karena asap menyelimuti langit di pagi hari.

Pemerintah setempat juga mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah agar terhindar dari paparan asap. Hingga saat ini, di Kota Pekanbaru sendiri terdapat lebih 1.000 orang yang terkena ISPA.

Baca juga: Warga Kota Pekanbaru takbir keliling di tengah kabut asap
 

Pewarta: Riski Maruto
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kualitas udara di Riau sempat sentuh level berbahaya

Komentar