Pemerintah diminta fasilitasi pengembangan mobil listrik di kampus

Pemerintah diminta fasilitasi pengembangan mobil listrik di kampus

Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Mochamad Ashari (kiri) mengemudikan mobil listrik Lowo Ireng Reborn di ITS Surabaya, Jawa Timur. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/hp.

Jika membutuhkan bantuan dari pihak asing, perekrutan tenaga asing hanya sebatas dalam rangka proses transfer teknologi mobil listrik kepada ahli-ahli di Indonesia.
Jakarta (ANTARA) - Pengamat transportasi Darmaningtyas menyarankan pemerintah memfasilitasi pengembangan mobil-mobil listrik di kampus dengan mendirikan pabrik mobil listrik.

"Beberapa kampus di Indonesia saat ini membuat percobaan tentang mobil listrik, dan pemerintah perlu mendirikan pabrik mobil listrik sendiri untuk memfasilitasi pengembangan mobil listrik yang sedang diujicoba di kampus-kampus. Saya kira itu lebih baik," kata Darmaningtyas saat dihubungi oleh Antara di Jakarta, Minggu.

Dia menjelaskan bahwa kalau memang pemerintah serius ingin mengembangkan mobil listrik, pemerintah harus membangun industri mobil listrik sendiri.

Jika membutuhkan bantuan dari pihak asing, perekrutan tenaga asing hanya sebatas dalam rangka proses transfer teknologi mobil listrik kepada ahli-ahli di Indonesia.

"Begitu teknologinya sudah dikuasai,  semua proses pembuatan mobil listrik harus dijalankan oleh kita," kata Darmaningtyas.

Baca juga: Ini yang Toyota lakukan setelah perpres mobil listrik ditandatangani

Sebelumnya Pemerintah berupaya mempercepat pengembangan produksi mobil listrik di dalam negeri, sesuai pernyataan Presiden Joko Widodo yang telah menandatangani perpres terkait hal tersebut, dengan harapan para pelaku industri otomotif di Indonesia merancang dan membangun pengembangan mobil listrik.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan, kebijakan mengenai mobil listrik berkaitan erat dengan pengembangan ekosistem yang terkait dua hal.

Salah satunya terkait percepatan, pembagian tugas-tugas bagi kementerian, antara lain dalam hal penyediaan infrastruktur, pengaturan riset dan pengembangan.

Airlangga menuturkan, dalam perpres terkait mobil listrik diatur juga Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang harus mencapai 35 persen pada 2023.

Guna mendorong pengembangan industri mobil listrik Tanah Air, pada tahap awal, pemerintah akan memberikan kesempatan kepada para pelaku industri otomotif untuk mengimpor dalam bentuk Completely Built Unit (CBU).

ÝBaca juga: Kembangkan mobil listrik, investor asing harus gandeng industri lokal
 

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Surabaya punya stasiun pengisian kendaraan listrik umum

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar