counter

Pengusaha UMKM diharapkan lakukan lebih banyak riset

Pengusaha UMKM diharapkan lakukan lebih banyak riset

Deputi produksi dan Pemasaran Kementrian Koperasi dan UMKM Victoria br Simanungkalit memberi keterangan kepada para pewarta di Gedung Kementrian Koperasi dan UMKM, Jakarta, Senin. (A Rauf Andar Adipati)

Langkah aktif lain yang telah dilakukan pemerintah adalah membuka akses pendanaan, baik melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) ataupun badan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).
Jakarta (ANTARA) - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diharapkan melakukan lebih banyak riset untuk dapat menjaga keberlangsungan usahanya, kata Deputi Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UMKM Victoria br Simanungkalit.

"Kami mendorong UMKM melakukan riset kecil-kecilan. Untuk mengetahui pesaingnya, serta mengetahui apa keinginan konsumen," kata Victoria dalam acara peringatan Hari UMKM Nasional di Gedung Kementerian Koperasi dan UMKM, Jakarta, Senin.

Selain masalah riset, Victoria juga mendorong UMKM untuk lebih memperhatikan kemasan dan "branding" produk-produknya.

Mewakili pemerintah, Victoria menyadari institusinya tidak dapat bergerak sendirian, oleh sebab itu pihaknya mencoba bergerak aktif merangkul komunitas-komunitas UMKM yang ada.

Victoria meneruskan bahwa niat institusinya adalah meningkatkan daya saing UMKM serta mendongkrak nilai tambah dari suatu produk. Ia mencontohkan produk kopi dan coklat, yang dapat diolah menjadi berbagai produk jadi ketimbang menjualnya dalam bentuk mentah.

Baca juga: Produk UMKM dominasi penjualan online, pembeli sebagian besar wanita

Langkah aktif lain yang telah dilakukan pemerintah adalah membuka akses pendanaan, baik melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) ataupun badan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB). Pada 2018, KUR tercatat telah menyalurkan Dana sebesar Rp 120 triliun, sedangkan LPBD menargetkan menyalurkan Rp 1,5 triliun untuk 2019.

Victoria juga mendorong para pelaku UMKM untuk berkolaborasi dan mengembangkan koperasi di daerah-daerah. Dengan demikian, UMKM dapat memiliki saham di pabrik-pabrik yang mereka miliki.

UMKM merupakan dasar perekonomian nasional. Pada 2018, UMKM berkontribusi sebesar 60,34 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Tahun ini, pemerintah mengharapkan UMKM dapat berkontribusi sebesar 65 persen PDB atau sekitar Rp 2.394,5 triliun.

Baca juga: Pemerintah diminta perkuat kontribusi UMKM terhadap perekonomian

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dubes RI untuk Azerbaijan puji produk UMKM asal Malang

Komentar