counter

Anggota Paskibraka Kota Yogyakarta mulai jalani masa karantina

Anggota Paskibraka Kota Yogyakarta mulai jalani masa karantina

Anggota Paskibraka Kota Yogyakarta di sela acara pembinaan saat masa karantina di asrama (Humas Pemkot Yogyakarta)

Terdapat satu siswa dari Kota Yogyakarta yang akan bertugas sebagai Paskibraka di tingkat nasional.
Yogyakarta (ANTARA) - Seluruh anggota Paskibraka Kota Yogyakarta mulai menjalani masa karantina dengan menempati asrama sejak Minggu (11/8) hingga 20 Agustus usai bertugas dalam upacara Peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Tujuan masa karantina dengan diasramakan ini adalah untuk membentuk seluruh anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Yogyakarta menjadi pribadi dengan jiwa pengabdian yang tinggi dan diharapkan mereka bisa lebih fokus untuk menjalankan tugas dengan baik,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta Edy Heri Suasana di Yogyakarta, Senin.

Anggota Paskibraka Kota Yogyakarta yang akan bertugas pada upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI di Balai Kota Yogyakarta tersebut, lanjut Edy, merupakan siswa-siswi terbaik di Kota Yogyakarta.

“Mereka terpilih berdasarkan seleksi ketat yang dilakukan secara bertahap sejak Maret. Setiap sekolah mengirimkan nama siswa terbaik mereka ke Dinas Pemuda dan Olahraga. Kami kemudian melakukan seleksi secara bertahap,” katanya.

Penyaringan  dilakukan mulai dari seleksi fisik, keterampilan, pemahaman terkait budaya, hingga perilaku. Dari hasil seleksi kemudian terpilih sebanyak 38 siswa yang menjadi anggota Paskibraka Kota Yogyakarta.

Berdasarkan hasil seleksi di tingkat DIY, terdapat satu siswa dari Kota Yogyakarta yang akan bertugas sebagai Paskibraka di tingkat nasional.

“Kegiatan asrama ini pun kami beri tema khusus yaitu Desa Bahagia,” katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi saat memberikan pembekalan kepada anggota Paskibraka Kota Yogyakarta mengatakan, kegiatan karantina atau asrama bertepatan dengan hari raya Idul Adha yang mengandung makna pengorbanan.

“Untuk meraih kemerdekaan pun, dibutuhkan pengorbanan dari para pejuang bahkan pengorbanan nyawa. Artinya, untuk mencapai sebuah tujuan dibutuhkan proses dan pengorbanan yang dilandasi rasa ikhlas,” katanya.

Kondisi yang sama, lanjut dia, juga dihadapi oleh para anggota Paskibraka Kota Yogyakarta yang harus melewati berbagai tahapan untuk bisa terpilih menjadi pasukan pengibar bendera saat peringatan HUT Kemerdekaan RI.

“Selama masa karantina, tentunya seluruh anggota paskibraka akan digembleng lahir dan batin agar mampu menjalankan tugas dengan baik. Tidak perlu khawatir, tetapi harus tetap yakin bahwa seluruh pengorbanan ini akan membuahkan hal yang manis,” katanya.

Ia pun mengingatkan agar seluruh anggota Paskibraka saling menumbuhkan semangat kebersamaan sehingga membuahkan tim yang kompak dan andal.


Baca juga: 71 napi-petugas lapas se-DKI dikukuhkan jadi paskibra
Baca juga: 60 peserta Paskibra keracunan nasi goreng


Pewarta: Eka Arifa Rusqiyati
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden silaturahmi dengan Paskibraka dan GBN

Komentar