counter

Laporan dari Tanah Suci

Sejumlah tenda jamaah Indonesia di Mina kemasukan air hujan

Sejumlah tenda jamaah Indonesia di Mina kemasukan air hujan

Kasatgas Mina Akhmad Djauhari mengatakan sejumlah tenda jamaah Indonesia di Mina kemasukan air hujan. (Hanni Sofia)

Alhamdulillah sore tadi sekitar jam 3 waktu Arab Saudi area Mina diguyur hujan cukup lebat disertai angin kencang. Namun demikian alhamdulillah karena konstruksi tenda di Mina semi permanen, relatif tidak ada masalah
Mekkah (ANTARA) - Sejumlah tenda jamaah haji Indonesia di Mina kemasukan air akibat hujan deras yang mengguyur kawasan itu bersamaan dengan puncak ibadah haji di mana jamaah sedang melakukan ritual mabit (bermalam) di Mina.

“Alhamdulillah sore tadi sekitar jam 3 waktu Arab Saudi area Mina diguyur hujan cukup lebat disertai angin kencang. Namun demikian alhamdulillah karena konstruksi tenda di Mina semi permanen, relatif tidak ada masalah,” kata Kepala Satuan Tugas Mina Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2019 Akhmad Djauhari di Mina, Senin.

Ia mengakui memang ada beberapa tenda kemasukan air, tapi lebih karena kencangnya angin sehingga beberapa lubang di samping sebagai sarana masuknya air.

Namun Akhmad menegaskan secara umum aktivitas dan masa tinggal jamaah di tenda tidak mengalami gangguan.

Baca juga: Amirul Hajj temui Gubernur Mekkah bahas renovasi Mina

Sementara proses lempar jumrah bagi jamaah Indonesia, kata dia, ada sedikit pengunduran waktu.

“Tapi begitu hujan selesai, jalanan kembali padat. Untuk sekarang ini mulai lancar. Alhamdulillah secara umum hari kedua lontar jumrah cukup baik dibanding hari pertama,” katanya.

Pos Mina sendiri melayani jamaah yang membutuhkan bantuan akibat kelelahan, terpisah dari rombongan, maupun tidak tahu arah kembali ke tendanya.

Baca juga: Amirul Hajj ingatkan jangan sampai terpisah rombongan di Mina

Awalnya jumlahnya mencapai ratusan orang namun kini jumlah orang yang meminta bantuan dari para petugas haji berkurang cukup signifikan

“Melihat pergerakan jamaah pada 11 Zulhijjah relatif banyak yang melakukan jumrah, sebagian besar mereka yang memiliki kondisi fisik prima. Mungkin ini yang mempengaruhi jumlah jamaah terpisah dari rombongan lebih sedikit,” katanya.

Pihaknya mengimbau jamaah yang berusia lanjut (lansia) dan berisiko tinggi karena memiliki gangguan kesehatan sebaiknya melakukan lontar jumrah pada 11, 12, dan 13 Zulhijah atau bisa diwakilkan agar tidak menimbulkan kelelahan.

Baca juga: Jamaah haji tarwiyah dinilai rentan jatuh sakit akibat kelelahan

Posko Kesehatan di Mina saat ini merawat tidak lebih dari 10 anggota jamaah yang kondisi fisiknya menurun. Ketika memerlukan penanganan lebih lanjut maka pasien akan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Arab Saudi terdekat.

“Selama periode Mina ada 16 anggota jamaah. Melihat data di sistem, jumlahnya tidak terlalu banyak dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” katanya.

Baca juga: Hujan deras di Mina, tenda jemaah Indonesia dipastikan aman

Baca juga: Hujan deras guyur Mina tak surutkan jemaah Indonesia lempar jamrah


 

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

189 jamaah haji asal Kota Madiun tiba di kampung halaman

Komentar