counter

Anies tunggu kebijakan resmi wacana ASN kerja dari rumah

Anies tunggu kebijakan resmi wacana ASN kerja dari rumah

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan pernyataan pada awak media usai rapat paripurna drngan DPRD DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (14/8/2019). ANTARA/Ricky Prayoga/aa.

Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan dirinya menunggu kebijakan resmi dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) terkait wacana Aparatur Sipil Negara (ASN) bekerja dari rumah.

"Namanya juga wacana. Kami menunggu sampai Kemenpan-RB memiliki kebijakan yang resmi. Dari situ kami akan respon," kata Anies di Jakarta, Rabu.

Lebih lanjut, Anies mengatakan dirinya sangat menghormati Menpan-RB Syafruddin yang menurutnya memiliki banyak terobosan positif yang terbukti ketika menjadi Ketua Kontingen tim Indonesia dalam Asian Games.

Baca juga: Bekerja dari rumah ternyata bisa bikin lebih stres

"Bahkan ketika beliau dulu memimpin kontingen kita, baik Asian Games atau Olimpiade, banyak terobosan. Jadi untuk hal ini pun bukan hal yang aneh," kata Syafruddin.

Jika nantinya ada keputusan kebijakan resmi, kata Anies, pihaknya akan melakukan langkah-langkah untuk menyesuaikan kebijakan tersebut.

"Selama ini menjadi wacana biarlah ditanggapi oleh para pengamat. Saya bekerja mengikuti ketentuan dan aturan, jadi begitu ada ketentuan dan aturan, nanti kita menyusun langkah-langkahnya," ucap Anies.

Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Syafruddin menggulirkan wacana ASN bekerja dari rumah.

Syafruddin mengatakan ide bekerja dari rumah tersebut muncul karena banyak ASN mempunyai beban kerja tinggi yang tak mungkin diselesaikan di kantor. Pasalnya jam kerja di kantor yang terbatas.

"Seperti saya, seperti para menteri. Menteri sekarang apalagi Ibu Menteri Keuangan (Sri Mulyani) itu pekerjaannya satu meter sehari yang harus dikoreksi dan baca. Kalau dikerjakan semua, bisa sampai jam satu malam," ucap Syafruddin Jumat (9/8). 

Pertukaran Data Sistem Informasi ASN

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar