counter

Australia ajak Pasifik abaikan seruan keras soal perubahan iklim

Australia ajak Pasifik abaikan seruan keras soal perubahan iklim

Dokumentasi - Pemuda dan aktivis lingkungan Prancis memblokir sebuah jembatan saat berdemonstrasi untuk mendesak para pemimpin dunia agar bertindak menangani perubahan iklim di Paris, Prancis, Jumat (28/6/2019). ANTARA/REUTERS/Charles Platiau/aa. (REUTERS/CHARLES PLATIAU)

Funafuti, Tuvalu (ANTARA) - Australia pada Rabu meningkatkan upaya untuk meyakinkan Kepulauan Pasifik agar mengabaikan target-target lebih keras soal perubahan iklim.

Upaya itu mengemuka saat Perdana Menteri Australia ke Scott Morrison tiba di negara pulau kecil Tuvalu.

Morrison tiba untuk menghadiri Forum Kepulauan Pasifik (PIF) sementara para pejabat mulai merundingkan kebijakan, yang menurut banyak pemimpin regional harus mencakup pembatasan kenaikan suhu tidak lebih dari 1,5 derajat Celcius di atas tingkat praindustri serta segera mengakhiri penambangan batu bara.

Pulau-pulau Pasifik yang berada di dataran rendah berada di garis depan perubahan iklim global. Mereka tengah berjuang menghadapi kenaikan permukaan laut dan krisis terkait, yang telah memaksa sebagian penduduk untuk pindah ke dataran yang lebih tinggi.

Menteri urusan Pasifik Alex Hawke menyatakan Australia tidak akan menyetujui pernyataan PIF yang menuntut tujuan iklim yang lebih keras dan Morrison akan menjelaskan sikap negaranya itu kepada para pemimpin Pasifik. 

Baca juga: Negara di Pasifik desak Australia berhenti menambang batu bara

"Posisi Australia mengenai batu bara adalah: kami tidak akan membuat pernyataan bahwa batu bara dan pembangkitan batu bara, atau menghentikannya sekarang, adalah usulan yang wajar," tambahnya.
 
Australia pada 2016 menandatangani Perjanjian Paris. 

Menurut perjanjian itu, semua negara penandatangan harus membuat kebijakan yang dapat membatasi kenaikan suhu sebesar tidak lebih dari 2 derajat Celcius, sementara Morrison adalah pendukung kuat industri batu bara negaranya.

Pada Juni, Australia menyetujui pengelolaan tambang batu bara baru di negara bagian timur laut Queensland oleh perusahaan India, Adani Enterprises. Tambang tersebut diperkirakan akan menghasilkan delapan juta hingga 10 juta ton batu bara termal setiap tahun.
 
Dukungan kuat Morrison bagi keberlangsungan tambang adalah faktor kunci bagi pemerintahnya, yang secara mengejutkan terpilih kembali pada Mei.  

Tidak mau mengalah, Australia sekarang mencari sekutu untuk mencegah kesepakatan di antara 17 anggota Forum lainnya, dan Morrison mengakui bahwa ada ketegangan di antara kelompok itu.

"Jika Anda akan melakukan peningkatan, Anda harus muncul, dan Australia akan muncul," katanya kepada para wartawan. "Kami akan melibatkan diri pada percakapan yang sulit, percakapan yang baik dan percakapan keluarga."

Morrison telah bertemu dengan Perdana Menteri Vanuatu Charlot Salwai dan Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern. Dia juga akan mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Kepulauan Cook Henry Puna dan Perdana Menteri Tuvalu Enele Sopoaga.

Sikap Australia tentang perubahan iklim telah menjadi sumber ketegangan dengan negara-negara tetangganya di Pasifik, bahkan ketika negara itu mencoba membangun pengaruh untuk mengawasi kebangkitan China di kawasan itu.  

Sumber: Reuters

Baca juga: Kenaikan muka air laut ancam pesisir Jakarta, Semarang, dan Demak

Baca juga: Menteri LHK usulkan mangrove dibawa ke KTT Aksi Iklim PBB

​​​​​​​

​​​​​​​
 

Penerjemah: Maria D Andriana
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar